JAKARTA, JPNews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) terpleset lidah saat sedang live dalam peninjauan Jalan Tol Trans Sumatera untuk ruas Pekanbaru - Bangkinang, Kota Pekanbaru Rabu (19/5) sore.

Pada unggahan yang di unggah oleh akun Sekretariat Presiden tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan harapannya dengan semakin terhubungnya banyak wilayah di Pulau Sumatera akan muncul kecepatan dari mobilitas orang dan barang yang tentunya akan meningkatkan daya saing Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain.

"Kita harapkan mobilitas barang, mobilitas orang bisa dipercepat dan kita memiliki daya saing yang tinggi terhadap negara-negara lain dan produk-produk yang ada," ucap Jokowi dalam kegiatan yang disiarkan secara live melalui akun Sekretaris Presiden Rabu (19/5) sore.

"Baik di Provinsi Riau dan di Provinsi Padang, nantinya akan memiliki daya saing yang baik terutama dalam rangka bersaing dengan produk-produk dari negara-negara lain," lanjutnya.

Pada momen ini, Jokowi salah ucap, yang seharusnya Provinsi Sumatera Barat, ia salah sebut dengan ucapan Provinsi Padang.

Atas kejadian itu, sontak menjadi perbincangan warganet di dunia maya. Berbondong-bondong netizen mulai membicarakan topik Provinsi Padang yang sempat trending di jejaring sosial saat ini.

Sebelumnya, dilansir dari Wikipedia, sebenarnya wacana untuk menjadikan Sumatera Barat sebagai suatu Daerah Istimewa sudah pernah dilontarkan pada tahun 2014.

Pada saat itu, isu akan digantinya nama Provinsi Sumatera Barat sempat mencuat atas gagasan seorang Sosiologi Mochtar Naim.

Masih dilansir dari Wikipedia, pengajuan pergantian nama itu berdasarkan dari kata "Nagari" yang bersifat Istimewa dan memiliki dua kriteria yaitu. Nagari mempunyai susunan asli, dan nagari mempunyai hak asal usul. (wan)

Komentar

Jabar Lainnya