SUKABUMI, JPNews - Aas Hayati (55) korban pembacokan geng motor di malam takbiran, Rabu (12/5) kemarin, saat ini sudah menjalani pemulihan luka di rumah.

Meskipun sudah pulang ke rumah, namun beban yang harus ditanggung oleh Aas serta keluarga masih belum usai. Saat ini Aas beserta keluarga harus memikirkan tunggakan biaya pengobatan selama di rumah sakit yang mencapai hampir 20 juta Rupiah.

Baca juga: Kondisi Ibu Korban Pembacokan di Sukabumi Membaik, Kini Korban Bingung Bayar Biaya RS

Saat ditemui di kediamannya, Senin (17/5) siang, Karta (61) yang merupakan suami Aas menuturkan, pihak keluarga bersyukur terhadap penanganan Aas hingga saat ini. Karena menurutnya, hingga saat ini pihak rumah sakit telah memberikan keringan terhadap beban biaya pengobatan Aas selama di rumah sakit.

Baca juga: Astagfirullah, Seorang Ibu Jadi Korban Pembacokan saat Malam Takbir di Sukabumi

"Alhamdulilah sudah dikasih keringanan, meskipun itu hanya penangguhan pembayaran selama 14 hari saja," tutur Karta kepada JPNews, Senin (17/5) siang.

Karta melanjutkan, pihak keluarga hingga saat ini habya bisa pasrah menghadapi kenyataan kedepan untuk harus melunasi pembayaran tunggakan pengobatan di rumah sakit.

"Lebih kurang 15 jutaan pak kekurangan yang harus kami lunasi setelah 14 hari kedepan nanti. Itupun kami masih bingung uang darimana," bebernya

Karta berharap, semoga pihak pemerintah maupun rumah sakit, bisa mempertimbangkan keringanan biaya pengobatan Aas.

Karta menambahkan, saat ini keluarga tinggal fokus mencari biaya rumah sakit yang lumayan besar, karena biaya tidak bisa menggunakan BPJS Kesehatan. Dan juga semoga petugas kepolisian bisa segera menangkap pelaku, agar bisa mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.

"Kalo bantuan, hingga saat ini kami baru menerima bantuan dari swadaya masyarakat sekitar, yang dikoordinir oleh RT setempat. Mudah-mudahan kedepan ada dari pihak pemerintah ataupun donatur yang bersedia membantu kami," pungkasnya. (Wan)

Komentar

Jabar Lainnya