TOP 0 Ragam



JAKARTA, JPNews -  Setelah merilis Operating System (OS) yang diperuntukan bagi tablet pc saja di Android 3.0 Honeycomb, Tepat pada tanggal 19 Oktober 2011 Android 4.0 Ice Cream Sandwich kembali dirilis.

Baca juga: Patut Tahu, Awal Perjalanan Android Sampai Diakuisisi Google

Versi ini membawa fitur yang dimiliki oleh Honeycomb untuk bisa berjalan pada smartphone yang sebelumnya hanya ditujukan untuk tablet PC. Selain fitur yang sebelumnya ada di Honeycomb, versi 4.0 juga menambahkan beberapa fitur lain seperti perbaikan antarmuka dan kostumisasi widget.

Kemudian selang beberapa bulan, Android 4.1 Jelly Bean dirilis pada tanggal 27 Juni 2012. Pengembangan versi Jelly Bean lebih berfokus terhadap peningkatan performa tampilan antarmuka.

Fitur terbaru yang disematkan pada versi Jelly bean adalah keyboard yang bisa dikostumisasi oleh pengguna dan dukungan gestur pada keyboard, UI yang lebih smooth, dukungan tampilan nirkabel, widget yang bisa diatur dan disesuaikan ukurannya.

Lanjut dengan versi berikutnya, Android Kitkat 4.4 diresmikan pada tanggal 31 Oktober 2013. Pada versi ini Android meningkatkan optimalisasi dengan memberikan fitur yang lebih baik. Beberapa fitur yang dibawa android KitKat seperti WebViews yang berbasiskan Chromium, pengoptimalan kinerja terhadap perangkat dengan spesifikasi rendah, dukungan sensor Batching dan step detector.

Kemudian versi Android selanjutnya adalah versi 5.0 Lollipop yang dirilis pada tanggal 25 Juni 2014. Pada versi ini Android tidak hanya menjadi sistem operasi pada perangkat smartphone, namun juga telah berjalan pada perangkat mobile lainnya seperti Android TV dan juga Google Fit.

Beberapa fitur yang ditambahkan pada versi ini adalah user interface yang mengikuti desain Google yaitu material design dan fitur factory reset protection untuk menjaga smartphone agar tidak di reset apabila hilang.

Berikutnya, ada Android 6.0 Marshmallow yang di perkenalkan pada tanggal 5 Mei 2015. Fitur yang dibawa oleh versi Android Marshmallow adalah dukungan sensor sidik jari untuk mengakses smartphone, fasilitas menjalankan beberapa aplikasi pada tata letak layar dengan dukungan multi window, dukungan platform virtual reality, dan kemampuan dalam mengurangi pemakaian bandwith pada mode data saver.

Setelah itu, ada Android 7.0 Nougat yang diperkenalkan pada tanggal 19 Oktober 2016. Pada versi kali ini, berfokus pada peningkatan performa user interfcae sehingga lebih intuitif dan penggunaan aplikasi secara bersamaan lebih banyak pada fitur multi window. Selain peningkatan fitur tadi, Android Nougat juga menambahkan beberapa fitur lain seperti dukungan cahaya malam atau mode malam, keyboard default yang dapat mengirim animasi GIF langsung dan dukungan panggilan multi-endpoint.

Selanjutnya, ada nama Oreo dipilih Android untuk digunakan pada versi Android 8.0 yang diluncurkan pada bulan Agustus 2017. User interface pada Android Oreo lebih simpel agar memudahkan dalam mengakses aplikasi. Pembaruan pada versi Oreo membawa beberapa fitur seperti fitur Autofill yang memberikan kemudahan dalam mengisi formulir misal, dukungan gambar dalam gambar dan pengoptimalan bootingagar lebih cepat.

Android 9.0 Pie merupakan versi Android terbaru yang dirilis pada bulan Agustus 2018. Fitur unggulan yang dimiliki oleh versi 9.0 Pie ini adalah kemampuan AI atau kecerdasan buatan.

Dengan fitur AI smartphone kamu akan menganalisa dan mempelajari pola pemakaian kamu menggunakan smartphone secara otomatis. Selain itu fitur lainnya yang diusung seperti Adaptive Brightness yang akan menyesuaikan kecerahan layar secara otomatis dan dukungan pada ponsel bezel less.

Terakhir, nama Android berikutnya yang paling terbaru tidak diberi nama seperti pendahulunya yang berkaitan dengan makanan manis. Versi Android terbaru diberi nama Android 10 untuk memperingati bahwa Android telah mencapai 1 dekade secara komersial. Versi Android 10 lebih berfokus pada penyempurnaan mode malam atau gelap serta peningkatan fitur sound amplifier untuk mengatur kualitas audio. (Wan)

Komentar

Ragam Lainnya