Foto: Istimewa

SUKABUMI, JPNews - Kedua orang terduga pelaku pembacokan terhadap Aas Hayati (55) pada saat malam takbiran, sudah berhasil diamankan Satreskrim Polres Sukabumi Kota.

Baca juga: Astagfirullah, Seorang Ibu Jadi Korban Pembacokan saat Malam Takbir di Sukabumi

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Cepi Hermawan membenarkan adanya penangkapan kepada terduga pelaku penganiayaan yang berlokasi di Cireunghas, Kabupaten Sukabumi.

Cepi mengungkapkan, Kedua terduga pelaku dengan inisial ZA (23) dan RN (21) tersebut, berhasil diamankan sejak Rabu (12/5) malam, usai kejadian pembacokan terjadi.

"Terduga pelaku sebenarnya sudah berhasil kami amankan malam itu juga, namun karena pada saat malam itu masih kekurangan saksi mata terkait kejadian tersebut, guna melanjutkan penyelidikan, sementara kami jerat dengan undang-undang darurat terlebih dahulu," papar Cepi, Jumat (14/5) malam.

Cepi melanjutkan, setelah adanya saksi-saksi yang tidak lain rekan terduga pelaku yang juga berhasil diamankan, saat ini terhadap ZA dan RN juga diterapkan kembali pasal 170 dan pasal 351, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

"Jadi saat ini, untuk terduga pelaku penganiyaan terhadap Aas Hayati, itu ada dua orang terduga pelaku. Menurut penyelidikan awal, motif dari kedua terduga pelaku adalah untuk membuat resah masyarakat yang pada saat itu sedang melaksanakan takbiran," terang Cepi.

Baca juga: Kondisi Ibu Korban Pembacokan di Sukabumi Membaik, Kini Korban Bingung Bayar Biaya RS

Ia menambahkan, kedua orang terduga pelaku yang berhasil diamankan, pada saat diamankan kemarin petugas sempat merasa kesulitan dalam menggali keterangan informasi seputar kejadian dari mereka, karena kondisi mereka pada saat itu masih tidak sadarkan diri akibat pengaruh obat-obatan terlarang.

Cepi menghimbau, bagi para warga masyarakat khususnya para pemuda, jangan sesekali dengan mudah membawa senjata tajam kejalan, karena itu bisa terkena Undang-Undang darurat. Kemudian, kami juga menghimbau kepada orangtua, tolong diawasi anaknya, jangan sampai orangtua tidak mengetahui perkembangan anaknya.

"Orangtua harus mengetahui kondisi pergaulan anaknya, karena saat ini banyak anak muda yang gampang sekali terbawa arus pergaulan, hingga melakukan perbuatan yang merugikan dirinya sendiri, maupun orangtua dan keluarga. Sebagi contoh, dengan dicekoki minuman ataupun obat-obatan yang mebuat mereka tak sadarkan diri, sehingga anak baik pun bisa menjadi brutal," pungkasnya. (wan)

Komentar

Jabar Lainnya