SUKABUMI, JPNews - Ibaratkan pepatah sudah jatuh, tertimpa tangga. Beginilah yang di rasakan Aas Hayati (55) beserta keluarga. Aas harus menanggung rasa sakit akibat luka sabetan senjata tajam (sajam), kini di tambah lagi harus menanggung beban biaya pengobatan di RS Hermina Sukabumi yang sudah mencapai belasan juta Rupiah.

Baca juga: Astagfirullah, Seorang Ibu Jadi Korban Pembacokan saat Malam Takbir di Sukabumi

Pasalnya, beban biaya pengobatan Aas dengan menggunakan asuransi BPJS kesehatan di tolak mentah-mentah oleh pihak rumah sakit.

Imas (46) sebagai keluarga menuturkan, saat ini kondisi Aas memang sudah mulai stabil, pasca operasi yang dilakukan kemarin malam.

Baca juga: Keluarga Korban Pembacokan, Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

"Kondisi saat ini sadar, tapi kita pihak keluarga kebingungan terhadap biaya pengobatan yang membengkak hingga belasan juta," ungkap Imas kepada JPNews, Kamis (13/5) sore.

Imas melanjutkan, pihak rumah sakit sudah berulang kali menanyakan terkait DP biaya pengobatan Aas saat ini.

"Dari kemarin, rumah sakit sudah menyakan DP terus, mau 5 juta, atau 7 juta, kata pihak rumah sakit. Sedangkan kami bingung harus bagaimana, karena kami tidak mungkin ada jika harus membayar segitu banyak," paparnya.

Imas berharap, pihak pemerintah bisa membantu menyelesaikan persoalan ini, khususnya masalah pembiayaan.

"Ya semoga aja pejabat berwenang bisa memikirkan keterbatasan kami ini," harapnya. (Wan)

Komentar

Jabar Lainnya