SUKABUMI, JPNews - Dinas Ketahanan, Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi mengambil langkah penambahan pemotongan hewan jenis sapi, pemerintah berupaya agar tidak terjadi kelangkaan daging sapi menghadapi hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Andri Setiawan menuturkan, takutnya terjadi kelangkaan dan menimbulkan gejolak, kami mengambil langkah penambahan pemotongan sapi untuk mengantisipasi kelangkaan di pasaran. Diketahui, kebutuhan daging sapi di Kota Sukabumi mengalami peningkatan menjelang Idul Fitri.

"Hasil pemantaun kami dilapangan, ternyata tingkat kebutuhan daing sapi di lapangan meningkat, mencapai 1000 persen dari biasanya," beber Andri saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (12/5).

Menurutnya, disaat menghadapi Idul fitri, kebutuhan daging memang mengalami peningkatan, namun tidak seperti yang dialami tahun ini. Biasanya memotong 5 ekor sapi, per hari, tahun ini mencapai 13 ekor sapi dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Milik DKP3 Kota Sukabumi.

"Kebutuhan konsumsi masyarakat Kota Sukabumi khususnya daging sapi sebanyak 1.463 ton/tahun untuk 351.459 orang masyarakat Kota Sukabumi. Bayangkan dengan adanya kenaikan permintaan ini, berarti berapa ton yang dibutuhkan tahun ini," jelasnya.

Disamping itu, jajarnya juga melakukan monitoring ketersediaan bahan pokok menjelang hari raya Idul Fitri, ketersediaan pangan lainya cukup terkendali, dipastikan semua kebutuhan masyarakat untuk keperluan idul fitri bisa terpenuhi. "Monitoring ketersediaan pangan, kami lakukan mulai tanggal 7 hingga 11 Mei, ke Pasar Tradisional dan Modern," ungkap Andri.

Andri menambahkan, sejauh ini kebutuhan bahan pangan pokok dan strategis di pasaran dikategorikan stabil dan terkendali. kenaikan harga yang agak tinggi diniklai masih dalam batsa kewajaran. Dan itu terjadi pada komoditas daging sapi lokal antara 10 sampai 15 persen, atau dijual dikisaran Rp130 sampai 140 ribu per kilogramnya, begitu juga dengan kentang yang harganya naik sekitar 20 persen, dan minyak goreng yang naiknya sekitar 7 persen dari harga sebelumnya.ungkap Andri.

Sejuah ini tambah Andri, tingkat keamanan pangan yang beredar di masyarakat dinilai cukup baik, karena berdasarkan hasil pengujian sampel pangan di Labkesda Kota Sukabumi, semua sampel dinyatakan negatif terhadap bahan tambahan pangan berbahaya."selain aman, semua pangan yang beredar di pasaran layak untuk dikonsumsi," ungkap Andri. (yon/drw)

Komentar

Ekonomi Lainnya