SUKABUMI, JPNews - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Sukabumi menggelar rapat koordinasi pengembangan dan pembinaan kota tanggap ancaman narkoba, bertempat di di Aula Ballroom Hotel Pangrango, Kabupaten Sukabumi, Jumat (7/5).

Kepala BNNK Sukabumi, Dr (Cand) M. Retno Daru Dewi mengatakan, pihaknya menggelar rapat ini, dalam rangka upaya menjalin sinergitas antar instansi dalam rangka menekan dan meminimalisir penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba guna mewujudkan Kabupaten Sukabumi tanggap ancaman narkoba.

"Kegiatan ini melibatkan 20 peserta dari Instansi Vertikal dan OPD di wilayah Kabupaten Sukabumi yang berhubungan langsung dengan pelaksanaan fasilitasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)," kata Dewi kepada awak media, Jumat (7/5).

Menurutnya, kegiatan kali ini sekaligus koordinasi pengembangan dan pembinaan Kabupaten Sukabumi tanggap ancaman narkoba. "Masalah kasus Narkoba ini bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian atau BNN saja, namun permasalahan ini menjadi tanggung jawab seluruh stakeholder, seluruh pemerintah daerah, serta harus melibatkan seluruh aspek masyarakat," terangnya.

Lanjutnya, peran pemerintah daerah mengolaborasi dan memobilisasi sumber daya yang dimiliki seluruh komponen di daerah, baik kalangan pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat.

"Pemerintah Daerah mengantisipasi, mengadaptasi, dan memitigasi ancaman dan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sesui dengan Inpres no. 02 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (RAN P4GNPN) Tahun 2020-2024," ungkapnya.

Dewi menambahkan, harapannya, dengan adanya rapat koordinasi ini mampu melibatkan seluruh pemangku kepentingan sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

"Sehingga dapat menekan angka peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang bersih dari narkoba," tandasnya. (hms/drw)

Komentar

Jabar Lainnya