SUKABUMI, JPNews - Berdasarkan kegiatan rutin Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi dalam bidang pengendalian dan pemantauan lingkungan, untuk indeks kualitas lingkungan hidup di wilayah Kota Sukabumi masih terbilang baik.

Hal itu dilihat dari indeks kualitas air dan udara yang di uji pada tahun 2020 sebagai salah satu syarat untuk menentukan nilai indeks kualitas lingkungan hidup di daerah.

"Evaluasi di tahun 2020 untuk indeks kualitas airnya memenuhi target, walau secara umum kondisi air sungai di kita masih tercemar ringan. Sedangkan kualitas indeks baku udaranya kita masih bagus, berdasarkan beberapa parameter yang kita uji," kata Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Suhendar Syarief didampingi Kasi Pencemaran Lingkungan, Henry Dwi Hikmawan, ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (15/4).

Pemantauan dan pengambilan example air dilakukan DLH pada 29 titik selama dua periode dengan total 58 example air sungai. Suhendar beserta jajarannya melakukan hal itu di hulu, tengah dan hilir DAS Cimandiri dan 17 sub DAS di wilayah Kota Sukabumi.

"Rata-rata dari 29 titik kondisi airnya masih tercemar ringan yang tingginya bakteri Coli yang bersumber dari limbah domestik rumah tangga. Untuk tahun ini kami akan mengambil example pada Juli dan Oktober mendatang," ujar Syarief.

Henry Dwi Hikmawan menambahkan tentang hasil pengujian baku mutu udara dari beberapa parameter yang diuji semua relatif masih bagus. Sejauh ini kata Henry belum ada kegiatan yang mengakibatkan pencemaran udara, baik dari kendaraan maupun dari sumber yang tidak bergerak.

Pemantauan kualitas udara dilakukan dibeberapa titik bidang usaha seperti transportasi, pemukiman, perkantoran dan industri.

"Masih aman kondisi udara di Kota Sukabumi, bisa terbilang bagus tidak ada pencemaran udara dari kegiatan yang kita ambil example udaranya," terangnya.

Bukan hanya pemantauan kualitas air sungai dan udara, DLH juga memantau pengelolaan limbah perusahaan, diakui Henry beberapa perusahaan belum memiliki IPAL (Intalasi Pengolahan Air Limbah), seperti beberapa Hotel belum semua memiliki IPAL.

"Ada juga yang beranggapan air limbah bisa langsung dibuang tanpa dilakukan pengelolaan. Kesadarannya masih kurang, dan kami terus lakukan pembinaan," ungkapnya. (Yus)

Komentar

Jabar Lainnya