Kabupaten Bekasi, JPNews - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi gelar rapat koordinasi (rakor) posyandu tingkat Kabupaten Bekasi tahun 2021.

Rapat kali ini mengusung tema "Kita tingkatkan koordinasi dan sinergitas Pokjanal Kabupaten Bekasi Juara". Bertempat di Hotel Sakura, Cikarang Pusat, Senin (12/4).

Dalam sambutannya, Kepala DPMD Kabupaten Bekasi, Ida Farida mengatakan, posyandu ini merupakan kegiatan sosial tapi syarat dengan makna. Karena untuk membentuk penerus bangsa di mulai dari hal-hal kecil, satu di antaranya Peran posyandu.

"Karena ada beberapa yang di lakukan, seperti pemeriksaan bumilnya, pertumbuhan anaknya, juga lansia juga. Jadi benar-benar Paripurna," kata Ida.

Ia juga mengatakan, untuk Pokjanal kecamatan sebagai lembaga pembina di tingkat desa, ada juga tim kabupaten yang akan melakukan monitoring evaluasi terhadap perkembangan posyandu.

Pada rakor tahun lalu, Ia berkomitmen untuk menaikan Spartan posyandu dari posyandu pratam mandiri itu akan kita tingkatkan.

"Nanti di rakor ini akan di evaluasi, Kecamatan-kecamatan mana saja yang sudah meningkat Spartannya," ujar Ida.

Kemudian, di kegiatan 2021 ini di khususkan ada bantuan keuangan dari provinsi untuk posyandu di setiap desa se-Jawa Barat masing-masing sebesar Rp1.750.000 ribu dan ini bentuk perhatian.

"Karena di tengah pandemi ini dan stanting yang masih belum selesai, kita berharap peran posyandu ini betul-betul di maksimalkan," harap Ida.

Ia mengungkapkan, ada satu posyandu di kabupaten Bekasi yang akan di jadikan rol model di wilayah kecamatan Setu. Dan ini kerjasam DPMD dan TMMD.

"Nanti mungkin kepal piskes disana bisa share dengan kepala-kepala Puskes yang ada di wilayah kabupaten Bekasi karena di sana siatimnya sudah serba digital," ujarnya.

"Itu luar biasa, gedungnya, fasilitasnya

Masuk kesitu saya liat sama dengan hotel. Dari mulai masuknya, didalamnya, fasilitasnya, kamar mandinya dan yang lainnya semua bagus. Tapi kita lemahnya di pemeliharaan," tambah Ida.

Ia berharap, disetiap Kecamatan harus ada yang di jadikan rol model walaupun tempatnya di pelosok Desa.

Ini juga sebagai sinergis teruama tim dari dinas kesehatan buntuk tidak dobel data.

"Kami ingin jangan dobel data, ketika kita bicara data posyandu sama. Saya berharap di rakor ini semuanya sama, jangan lagi perbedaan data. karena beberda data maka akan berbeda lagi kebijakan. Karena nanti intervensi berbeda ketika datanya juga berbeda," tutur Ida.

"Ini jangan sampai terjadi seperti itu," imbuh Ida.

Pokjanal Posyandu tingkat Kabupaten, dimana DPMD sebagai lembaga yang mengorganisir sampai ketingkat desa, ini harus mengupdate terus datanya dengan Diana kesehatan. Kalau perlu ada sitem yang di bangun. (Adv/gie)

Komentar

Jabar Lainnya