SUKABUMI, JPNews - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi memberikan dukungan  peralatan dan suplai jaringan internet untuk program vaksinasi Covid-19.

Kabid Infrastruktur TIK, Persandian dan Integrasi Data Diskominfo Kota Sukabumi, Yuli Noviawan menuturkan, karena masyarakat yang menerima suntikan vaksinasi harus terkoneksi datanya ke pemerintah pusat.

"Secara kelembagaan Diskominfo memang support untuk program vaksinasi Covid-19 di Gedung Juang 45. Data harus terkoneksi ke pusat dan terkonfirmasi website BPJS Kesehatan," kata Kabid Infrastruktur TIK, Persandian dan Integrasi Data Diskominfo Kota Sukabumi, Yuli Noviawan ketika ditemui di Balaikota Sukabumi, Senin (12/4).

Menurutnya, data penerima Vaskin Covid-19, mulai dari NIK (Nomor Induk Kependudukan) terkonfirmasi melalui website BPJS. Masyarakat bisa melakukan pendaftaran secara online untuk pengajuan Vaksinasi di website Covid-19. sukabumikota.co.id. Hal itu berdasarkan rapat Diskominfo bersama dinas terkait dan unsur pimpinan.

"Masyarakat lansia saat daftar online untuk pengajuan Vaksinasi Covid-19 bisa dibantu oleh anak atau cucunya.," ungkapnya.

"Pada intinya kita support untuk program vaksinasi Covid-19 yang berkaitan dengan TIK, baik dari jaringan, bandwidth termasuk support sosialisasi tentang vaksinasi Covid-19," terang Yuli menambahkan.

Lanjutnya, bentuk dukungan sosialisasi tentang Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh Diskominfo, melalui berbagai media sosial milik dinas, mulai dari Facebook, Instagram dan Twitter. Dalam sosialisasi tersebut, Diskominfo menyampaikan bahwa Vaksin Covid-19 aman bagi masyarakat.

"Kita juga akan menampilkan statmen dari MUI Kota Sukabumi untuk sosialisasi, bahwa vaksinasi Covid-19 di bulan puasa tidak membatalkan puasa umat muslim," urainya.

Yuli menambahkan, Diskominfo Kota Sukabumi bukan hanya support teknologi informasi, disamping itu turut support gencar juga untuk program sosialisasi ke masyarakat.

Sementara untuk program layanan pendaftaran online pengajuan Vaksinasi, jajarannya akan segera membuat website tersebut yang akan dikonfirmasi dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes).

"Apabila Dinkes menyetujui format website yang kami buat untuk layanan pendaftaran online itu, maka akan segera kita pasang di website Covid-19 dan diumumkan pula ke masyarakat," tandas Yuli. (Yus)

Komentar

Jabar Lainnya