SUKABUMI, JPNews - Dalam rangka menekan peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diperlukan langkah-langkah konkret dan menjadi tanggung jawab bersama sesuai amanat UU No 35/2009 tentang Narkotika, Inpres No 2/2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN dan Permendagri 12/2019 tentang Fasilitasi P4GN.

Salah satunya melalui kegiatan Raker program  pemberdayaan masyarakat anti narkoba di lingkungan masyarakat, bertempat di Aula Ballroom Hotel Pangrango Sukabumi Kamis, (1/4).

Kepala BNNK Sukabumi, AKBP Fahmi Cipta Dewantara mengatakan, Indonesia masuk dalam situasi darurat narkoba, dari keadaan tersebut tidak ada jaminan bahwa satu lingkungan akan bebas narkoba.

"Narkoba masuk ke semua lingkungan, baik pemerintah, aparat, swasta, termasuk lingkungan masyarakat. Narkoba pun masuk tidak hanya di kota-kota besar saja tetapi sudah merambah hingga pelosok desa," ungkap Fahmi.

Menurtunya, untuk penanggulangan masalah narkoba diperlukan langkah nyata serta upaya yang terpadu dan komprehensif meliputi pencegahan untuk menumbuhkan daya tangkal dan pemberantasan untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkoba serta rehabilitasi untuk mengobati mereka yang sudah terpapar menyalahgunakan narkoba.

"Oleh karena itu, kami turut mengundang para Camat dan Kepala Desa, untuk turut serta aktif dalam progam pemberantasan peredaran gelap narkotika yang masih marak terjadi," tandasnya. (Hms/Wan)

Komentar

Jabar Lainnya