Dishub Kota Sukabumi akan mulai gencar melakukan Operasi Simpatik khusus taksi online yang beroperasi di wilayah Kota Sukabumi. Foto: Herlan Heryadie/JP-News.id

JPNews - Seperti yang dijanjikan, per hari ini, 1 Februari 2018 Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 108 tahun 2017 tentang taksi online akhirnya diberlakukan. Artinya, segudang aturan terkait pengoperasian taksi online sudah harus diikuti, baik oleh pihak perusahaan maupun driver taksi online.

Menindaklanjuti aturan tersebut, terhitung sejak hari ini Kamis (1/1), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi akan mulai gencar melakukan Operasi Simpatik khusus taksi online yang beroperasi di wilayah Kota Sukabumi.

Kepala Dishub Kota Sukabumi, Abdul Rachman menyebut, beberapa hari yang lalu, ia bersama perwakilan Dishub se-Jawa Barat berkumpul di Dishub Provinsi. Disitu dijelaskan bahwa per 1 Februari 2018 sudah diberlakukan Permenhub 108. Namun, aturan itu belum secara penuh diberlakukan.

"Sesuai arahan dari Dirjen Pehubungan Darat Kemenhub, untuk sebulan ini kita akan lakukan Operasi Simpatik. Tapi baru akan sebatas teguran dan arahan, serta sanksi, belum melakukan penegakan hukum (gakkum). Baru setelah satu bulan, dievaluasi, kita lakukan gakkum," terang Abdul Rachmat kepada JP-News.id, Kamis (1/2) siang.

Informasi yang dihimpun, untuk Kota Sukabumi, taksi online nantinya wajib memasang stiker yang sudah disediakan Dishub Jawa Barat bertanda kendaraan angkutan khusus. Jumlah kuota taksi online di Kota Sukabumi juga dibatasi hingga 485 unit angkutan roda empat. Sementara untuk roda dua, belum ditetapkan sebagai angkutan umum.

"Nanti ada stiker khusus. Kita kan masih menunggu, mereka (taksi online) mendaftar dulu di provinsi. Setelah itu mereka kesini untuk mengajukan balik nama kendaraan. Nanti akan ada rekomendasi dari kita untuk perubahan balik nama," pungkas Abdul Rachman. (hrl/drw)

Komentar

Jabar Lainnya