Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Sukabumi KH Muchtar Ubaedillah. Foto: Darwin Sandy/JPNews

SUKABUMI, JPNews - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sukabumi turut berperan aktif membantu pemerintah daerah dalam mendorong percepatan masalah ekonomi untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19.

Sebagai wujud nyata dalam upaya tersebut, BAZNAS kembali menggelontorkan pemberian modal usaha melalui Program Sukabumi Sejahtera  dengan nilai Rp 5,5 juta per kelompok kepada 363 UMKM se Kota Sukabumi.

"Untuk Tahun 2021 ada bantuan untuk 33 kelurahan untuk kelompok UMKM, dan perorangan. Satu kelompok UMKM terdiri dari 11 orang," papar Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Sukabumi KH Muchtar Ubaedillah saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/3).

Menurutnya, Program Sukabumi Sejahtera ini merupakan upaya BAZNAS mendukung kebangkitan UMKM yang menjadi pilar penggerak ekonomi dan merasakan dampak signifikan ditengah pandemi Covid-19.

"UMKM saat ini terdampak untuk dapat menstabilkan usahanya. Program Sukabumi Sejahtera ini diharapkan dapat menjadi stimulus kepada mereka agar bangkit dan mandiri sehingga bisa membantu menggerakkan roda perekonomian,” harapnya.

Lanjutnya, sementara bantuan untuk UMKM perorangan itu tergantung yang mengusulkan dari kelurahan setempat. Dan yang untuk perorangan sekarang ini mendapat bantuan dari Provinsi Jawa Barat sebanyak 23 orang sebesar Rp 1,5 juta per orang.

"Sementara untuk kelompok besaran bantuannya sebesar Rp 5,5 juta per kelompok jadi, per orangnya sebesar Rp 500 ribu untuk UMKM yang produktif," terangnya.

Muchtar menambahkan, untuk program UMKM di tahun 2021 di triwulan pertama baru meluncurkan bantuan modal untuk kelompok baru 8 kelurahan dengan jumlah 88 orang dari target 363 UMKM. Sisanya akan dilanjutkan kembali di triwulan kedua dan ketiga.

"Dari bantuan triwulan pertama ini Alhamdullilah mereka sudah bisa menjalankan usahanya, artinya mereka menyambut dengan kegembiraan walaupun situasinya seperti ini," pungkasnya. (drw)

Komentar

Ekonomi Lainnya