SUKABUMI, JPNews - Sebanyak 23 pegawai Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi menerima suntikan vaksin Sinovac dosis pertama, Rabu (10/3).

Kegiatan yang dilakukan oleh BNNK Sukabumi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi ini, merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi.

"Sebanyak 23 pegawai telah lolos skrining dan mengikuti vaksinasi, kemudian nanti jadwal pemberian vaksinasi kedua pada tanggal 24 Maret," beber  Kepala BNNK Sukabumi AKBP Fahmi Cipta Dewantara kepada JPNews, usai mengikuti vaksinasi Covid-19 di kantor BNNK Sukabumi, di Komplek GOR Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Fahmi menuturkan, vaksinasi dilaksanakan sesuai dengan alur yang berlaku. Alur pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan berupa, dilakukan validasi identitas kepada calon penerima vaksin, kemudian dilakukan proses screening kesehatan.

"Pada tahapan screening kesehatan ini, calon peserta vaksin dicek tensi darahnya, screening anamnesa, pemeriksaan fisik sederhana dan lainnya," terang Fahmi.

Menurutnya, setelah dinyatakan layak, maka dilanjutkan pada proses penyuntikan vaksin, selanjutnya proses terakhir yaitu observasi pasca vaksinasi.

"Para peserta yang telah dilakukan vaksinasi akan diminta untuk tetap selama kurang lebih 30 menit untuk mengantisipasi adanya KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) jika tidak ada gejala KIPI yang dirasakan, maka diperbolehkan untuk meninggalkan area vaksin," urainya.

Fahmi menambahkan, meskipun sudah vaksinasi, kami tetap menjalankan protokol kesehatan dengan mematuhi 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas).

"Mari kita sukseskan program vaksinasi ini, dan ingat, tetap patuhi protokol kesehatan yang berlaku, mari bersama-sama kita stop penyebaran virus Covid-19," tegasnya. (wan)

Komentar

Jabar Lainnya