KABUPATEN BEKASI, JPNews - Forum Komunikasi Masyarakat Graha Asri (FKMG) datangi Gedung DPRD Kabupaten Bekasi terkait dengan adanya rencana kenaikan tarif oleh PDAM Tirta Bhagasasi, Jumat (5/3).

Kedatangan FKMG guna mengadukan nasibnya terkait wacana PDAM yang akan menaikan Tarifnya, Bersama komisi 1 dan direksi PDAM, FKMG sama-sama melakukan diskusi dengan adanya kenaikan tarif yang dilakukan oleh pihak PDAM Tirta Bhagasasi.

Hal tersebut mendapat penolakan dari FKMG dengan wacana yang di canangkan oleh pihak PDAM Tirta Bhagasasi.

"Mereka itu harus memperbaiki kualitas pelayanan, mereka kan jasa? Yah jasanyakan jual air, yah airnya yang di perbaiki. Walaupun caranya bagaiman kita tidak tau, toh mereka juga kan BUMD juga mendapatkan support suntikan dana dari pemerintah, jangan kita (Masyarakat) yang di bebankan untuk menutupi biaya operasional mereka," sesal sekretaris FKMD Erwin Mahdi kepada JPNews, Jumat (5/3).

Selain itu, Erwin Mahdi juga mesesalkan, bahkan samapai saat ini menurutnya masih ada saja air yang keluar di perumahan Graha Asri masih belum sejernih air selayaknya untuk di pakai.

Menanggapai hal tersebut, Direktur Usaha (Dirus) PDAM Tirta Bhagasasi Maman Sudarman mengatakan, alasan pihaknya menaikan tarif dikarenakan sudah tidak adanya uang untuk membiayai alat produksi, untuk itu pihaknya menaikan tarif ditambah PDAM Tirta Bhagasasi tidak adanya Penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.

“ya sejauh tahun ini kita belum ada pernyetaan modal, dan Adapun kenaikan tersebut ini berdasarkan Peraturan Bersama Bupati Kabupaten Bekasi dan Walikota Bekasi dengan Nomer 500/kep.124/ Admek/2020 , 500/Kepber.01.a-Ek/IV/2020. Dan ini ada sudah ada di brosur,ini lihat saja ini Broshurnya,”jelasnya.

Dengan sudah dilakukannya diskusi Bersama Komisi I dan FKMG, PDAM Tirta Bhagasasi juga berencana akan mendiskusikannya Kembali dengan adanya rencana kenaikan Tarif.

“Tentunya kita Bersama direksi akan pertimbangkan Kembali, karena momennya juga memang belum pas untuk saat ini, karena diketahui juga PDAM Tirta Bhagasasi berupaya dalam pemisahan Aset Bersama Pemerintah Kota, dan kedua juga memang Kondisi masih belum pas karen masih Covid-19 yang notabene semua sedang sulit dalam perekonomiannya,” ucapnya.

Ditempat yang sama Ketua Komisi I Ani Rukmini menjelaskan, Adapun sebelumnya Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi sudah  meminta kepada PDAM untuk meningkatkan kualitas air bersih selama tiga bulan belakangan sampai bulan Maret tersebut.

“Komisi 1 memahami keberatan dari masyarakat dan karena untuk saat ini belum berbanding lurus peningkatan kualitas air bersih, Dan kita tidak bisa memutuskan atau menangguhkan karena diskresinya bukan di kita, jadi kesepakatannya, PDAM harus membicarakan ini kembali kepada Bupati Kabupaten Bekasi,” tutupnya. (Gie)

Komentar

Jabar Lainnya