TOP 0 News Indepth

Tugu Kusukabumiku yang berada di Jalan Ir H Juanda Kota Sukabumi (Dago).Foto: Istimewa

SUKABUMI, JPNews  - Kota Sukabumi, Jawa Barat sebentar lagi akan memperingati hari jadinya yang ke 107 pada 1 April 2021 mendatang. Di usianya yang terbilang sudah tidak muda lagi, banyak sejarah yang telah terukir pada kota diperbatasan Ibu Kota Negara dan Provinsi ini.

Dari mulai awal mula terciptanya nama Sukabumi, hingga adanya sederet nama pejuang kemerdekaan Republik Indonesia yang bersal dari Kota Sukabumi.

Secara geografis, berdasarkan data dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kota Sukabumi berada diatas lahan seluas 4.800,231 Ha. Dengan luas lahan tersebut, Kota Sukabumi sebelah utara berbatasan langsung dengan Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, sedangkan sebelah selatan berbatasan langsung dengan Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, lalu sebelah barat berbatasan langsung dengan Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, dan sebelah timur berbatasan langsung dengan Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Kota yang dipimpin oleh seorang wali kota sebagai kepala daerahnya ini, memiliki sebanyak 330.691 jiwa penduduk yang tecatat melalui data Sensus Penduduk tahun 2020 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi.

Dengan jumlah penduduk yang sedemikian banyak itu, mereka tersebar di tujuh Kecamatan dan tiga puluh tiga Kelurahan yang berada di wilayah Kota Sukabumi.

Berdasarkan sejarahnya, nama Kota Sukabumi itu sendiri berasal dari bahasa Sunda, yaitu Suka-bumen menurut keterangan mengingat udaranya yang sejuk dan nyaman, mereka yang datang ke daerah ini tidak ingin pindah lagi, karena suka atau senang bumen-bumen atau bertempat tinggal di daerah ini.

Pada tahun 1914 Pemerintah Hindia Belanda menjadikan Kota Sukabumi sebagai "Burgerlijjk Bestuur" dengan status "Gemeenteraad Van Sukabumi" dengan alasan bahwa di Kota ini banyak berdiam orang-orang Belanda dan Eropa pemilik perkebunan-perkebunan yang berada di daerah Kabupaten Sukabumi bagian Selatan yang harus mendapatkan pelayanan yang istimewa.

Sejak ditetapkannya Sukabumi menjadi Daerah Otonom pada bulan Mei 1926, maka resmi diangkat "Burgemeester" yaitu, Mr. GF.Rambonnet. Pada masa inilah dibangun sarana dan prasarana penting seperti Stasiun Kereta Api, Mesjid Agung, Gereja dan Pembangkit Listrik.

 

Bersambung...

 

Penulis: Sofwan Zulfikar

Sumber: diolah dari berbagai sumber

Komentar

News Indepth Lainnya