TOP 0 Bola



JPNews - Pekan ke-4 Liga 1 Gojek Musim 2018 akan kembali mempertemukan dua klub raksasa Tanah Air. Arema FC akan menjamu Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (15/4) petang nanti. Stadion yang sejak 9 tahun lalu selalu angker buat pasukan Pangeran Biru.

Terakhir Persib menang di Kanjuruhan adalah pada musim 2009. Kala itu Persib mempermalukan Singo Edan di hadapan pendukungnya dengan skor 0-2. Arema sendiri kerap menjadi pengganjal bagi Persib Bandung. Bahkan musim lalu, Persib tidak mampu mengalahkan Arema dalam dua pertemuan, yang salah satunya dihelat di GBLA. Selain itu, Arema juga sempat hampir menggagalkan keberangkatan Persib menuju Palembang pada 2014 lalu, sebelum akhirnya diselamatkan oleh Konate dan Atep.

Sekarang, Persib berpeluang memutus keangkeran Kanjuruhan bagi mereka. Hal ini bisa menjadi wajar karena tim Arema sendiri sepertinya sedang tidak dalam mental yang baik. Ditahan imbang oleh Mitra Kukar di laga perdana di Kanjuruhan, Dilumat Persija di GBK, dan gagal menang di Samarinda saat menghadapi Borneo FC membuat tim asuhan Joko Susilo berada di dasar klasemen.

Hasil 1 poin dengan jumlah gol 4 dan 7 gol kebobolan di jala Arema menjadi catatan yang bisa dimanfaatkan Mario Gomez dan pasukannya. Persib sendiri, baru saja mengakhiri catatan minor di dua laga perdana. Apalagi, setelah pulangnya sang juru taktik, membuat kepercayaan diri anak-anak Bandung kembali terdongkrak.

Hal ini terlihat dari permainan Persib di laga terakhir. Persib bermain lepas di depan para pendukung, lini belakang disiplin dan lini tengah yang lebih kreatif menjadi pembeda dalam laga itu. Hasil 2-0 pada laga itu membuat Persib merangkak naik di tangga klasemen dengan raihan 4 poin dari 4 gol yang diciptakan serta 4 gol yang bersarang di jala Persib.

Secara statistik di atas, harusnya Persib Bandung bisa lebih sedikit jumawa. Namun, tetap harus hati-hati mengingat Arema adalah tim yang memiliki sejarah dan budaya juara yang cukup kuat dalam perjalanan sepak bola tanah air. Seperti yang sempat diutarakan Gomez pada pers, tanpa melihat posisi klasemen, Persib akan tetap waspada terhadap Arema.

Menerka Kejutan Gomez

Dalam lawatan Persib ke Malang kali ini, Gomez tidak membawa 5 pemainnya. Mereka adalah Billy Keraf, Gian Zola, Muchlis Hadi, Kim Kurniawan, Victor Igbonefo. Selain itu, Persib harus kehilangan Sang Kapten dan juga pemain andalan Gomez, Supardi Natsir, karena terkena sanksi larangan bermain setelah memprotes putusan wasit di laga pekan ketiga.

Dengan tidak adanya Supardi dan Billy Keraf di susunan pemain, mungkin Gomez akan membuat kejutan lagi di pertandingan ini. Mengingat posisi Supardi pada starting eleven yang tidak tergantikan selama tiga pertandingan. Selain itu, hanya ada Febri, Ghazali, dan Atep pada daftar pemain yang dibawa yang berposisi di sektor sayap.

Sayangnya, ketiga pemain itu biasa bermain di sektor sayap kiri Persib. Hanya Febri yang beberapa kali pernah di tempatkan di sayap kanan oleh pelatih sebelumnya. Itu pun ketika Febri ditandemkan dengan Atep di sektor sayap pada musim lalu. Selebihnya, Febri adalah pemain yang sering bermain di sektor kiri, baik di Persib ataupun di Timnas.

Begitupun dengan dua seniornya, Atep dan Ghazali. Atep sudah sejak lama mentasbihkan diri sebagai salah satu pemain sayap kiri andalan Persib, sementara Ghazali selama berkostum Persib tidak pernah bergeser dari posisi yang sama. Inilah yang akan menjadi kejutan petang nanti.

Jika mengacu pada formasi sebelumnya, 4-4-1-1 atau 4-4-2, maka sektor sayap kanan yang menarik untuk ditunggu. Tidak menutup kemungkinan Febri dimainkan di sektor itu, karena dia yang paling mungkin ditempatkan mengacu pada musim lalu. Maka lini tengah mungkin diisi oleh kuartet Febri, In Kyun, Dedi Kusnandar atau Eka Ramdani, serta Ghazali Siregar.

Jika tidak begitu, Gomez mungkin merombak formasi sebelumnya. Mengingat, hingga pekan ketiga tidak ada pakem formasi yang bisa diduga. 4-2-3-1, 4-4-2, dan 4-4-1-1 adalah formasi yang digunakan Persib di musim ini. Tanpa adanya keseimbangan di sayap, bisa saja Gomez menggunakan formasi 4-3-3 untuk menghadapi Arema.

Menempatkan Hariono, Eka Ramdani, dan Dedi Kusnandar di lini tengah untuk menopang In Kyun, Baumann dan Nduoasel di lini depan. Tapi ini pun masih belum bisa dipastikan, karena pola permainan Persib yang kerap membangun serangan dari dua sisi lapangan, tidak dari tengah dan tidak mengandalkan ball possesion.

Wajib kita tunggu, bagaimana lini tengah Persib setelah ditinggal Sang Kapten. Sementara di lini belakang, kini tidaklah terlalu membingungkan bagi Gomez untuk menentukan pilihan. Penampilan Ardi Idrus, Sabil, serta Indra Mustafa di laga kemarin setidaknya bisa membuat Gomez lebih fokus memperkuat lini tengah.

Wajib Bobotoh tunggu bagaimana penampilan Maung Bandung dibawah tekanan Aremania selama 90 menit nanti. Apakah bisa meneruskan tren positif dengan mencuri poin, atau kembali ke Bandung dengan kepala tertunduk. Jika Persib pulang dengan kepala tertunduk, ini akan menjadi lebih berat. Karena pada pekan selanjutnya mereka harus menjamu Borneo FC, tim yang juga sering menjadi pengganjal Persib yang kini sedang menanjak penampilannya, dengan menempati posisi tiga klasemen.

(Imam Maula Fikri)

Komentar

Bola Lainnya