TOP 0 Ragam

Ilustrasi. Foto: Istimewa

SUKABUMI, JPNews - Selama masa Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir satu tahun belakangan ini, Pemerintah mengambil langkah untuk meminimalisir penularan Covid-19 khususnya dilingkungan sekolah.

Oleh sebab itu, untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah memutuskan agar segala kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah secara online. Namun meskipun bisa melindungi anak dari penularan Virus Corona, sekolah online juga berpotensi menimbulkan dampak negatif juga.

Berikut dampak sekolah online pada anak.

1. Kurang memahami pelajaran dengan baik.

Keterbatasan interaksi saat belajar secara online bisa membuat anak kesulitan untuk memahami penjelasan yang dipaparkan oleh guru. Ditambah lagi bila anak sungkan atau ragu untuk bertanya.

Selain itu, koneksi internet dan gadget yang tidak memadai pun dapat menyebabkan anak kesulitan dalam memahami pelajaran. Hal ini tentu bisa berdampak pada nilai akademisnya.

2. Lebih malas dan tergantung pada orang tua.

Menghabiskan lebih banyak waktu bersama orang tua memang penting. Namun, ini bisa membuat anak menjadi lebih malas, kurang belajar untuk mandiri, dan tergantung pada orang tua.

Bagi sebagian anak, belajar di rumah secara online dianggap lebih susah dan tidak menarik daripada belajar langsung di sekolah. Ini bisa membuat anak jadi enggan untuk mengerjakan tugas yang diberikan.

Terkadang orang tua ingin membantu anak menyelesaikan tugas-tugas tersebut agar anak bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan memperoleh nilai maksimal. Namun, jika ini terlalu sering terjadi, anak bisa mengandalkan orang tua dan lepas tangan akan tugas-tugasnya.

3. Terpapar gadget lebih sering.

Sekolah online mengharuskan anak untuk lebih sering menggunakan gadget. Padahal, screen time atau waktu menggunakan gadget yang dianjurkan pada anak usia 2–5 tahun hanya 1 jam, sedangkan anak usia sekolah dasar hanya 2 jam.

Bila tidak dilakukan pembatasan yang ketat, anak bisa jadi terbiasa menggunakan gadget, bahkan di sela-sela waktu belajarnya. Hal ini bisa menimbulkan dampak negatif pada kesehatan mata anak dan menyebabkan anak kecanduan gadget.

4. Rasa cemas dan stres meningkat.

Anak bisa lebih rentan merasa cemas dan stres selama sekolah online. Hal ini karena sebagian guru mungkin akan merasa bahwa yang disampaikan lewat kelas online masih tidak cukup, sehingga mereka cenderung memberikan lebih banyak tugas yang bisa membebani anak.

Berada di rumah lebih sering juga bisa membuat anak bosan dan merasa bertanggung jawab akan tugas-tugas rumah. Belum lagi jika orang tua meminta tolong kepada anak di sela-sela waktu istirahat yang sebenarnya anak butuhkan. Ini bisa membuat anak merasa kebebasannya terenggut dan akhirnya stres.

5. Minim bersosialisasi.

Selama menjalani sekolah di rumah, anak jadi tidak bisa bermain bebas di sekolah bersama teman-temannya. Anak pun jadi tidak bisa bersosialisasi dengan orang baru. Bila hal ini terjadi dalam waktu yang lama, anak bisa menjadi pribadi yang pendiam dan tidak percaya diri di kemudian hari.

6. Berisiko tinggi menjadi pelampiasan stres orang tua.

Perlu diakui bahwa membimbing anak belajar memerlukan energi dan kesabaran yang cukup besar. Ditambah lagi, sebagian orang tua juga harus berkerja di rumah. Melakukan semua ini secara bersamaan tentu dapat membuat orang tua menjadi stres.

 

Sumber: Alodokter

Komentar

Ragam Lainnya