TOP 0 Ekonomi



SUKABUMI, JPNews - Dalam rangka penanganan dan antisipasi dampak pandemi Covid-19, pemerintah telah mengambil langkah kebijakan untuk percepatan penanganan dengan refocusing anggaran dalam rangka mendukung pelaksanaan Gugus Tugas penanganan Covid-19 dan Vaksinasi.

Hal tersebut disampaikan Seketaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi, Olga Pragosta memberikan paparan mengenai kebijakan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran merunut adanya surat dari Kementerian Keuangan Refocusing Anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (Pemda) untuk percepatan penanganan Covid-19. Realokasi Cadangan Belanja untuk mendukung pelaksanaan Gugus Tugas Covid-19, penghematan belanja K/L dan meningkatkan efisiensi belanja untuk mendukung proses penanganan dan dampak Covid-19.

"Berdasarkan surat dari Kemenkeu akan ada refocusing, dan pengurangan tapi tidak terlalu besar. Kami sedang merumuskan kebijakannya," bebernya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Selasa (23/2).

Menurutnya, perumusan kebijakan, pada intinya jangan sampai dana yang di refocusing oleh Kemendagri tidak menghentikan kegiatan-kegiatan pelayanan dan sebagainya, daerah tetap masih bisa melaksanakan. "Adanya rencana refocusing tidak mungkin kita hentikan semua kegiatan seluruhnya, namun saat ini kebijakannya sedang kami godok. Mana saja kegiatan yang tidak bisa di realisasikan dahulu," jelasnya.

Lanjutnya, sementara kebutuhan untuk dukungan penanganan Covid-19 dan Vaksinasi di wilayah Kota Sukabumi, Olga mengatakan nantinya bisa dicek, memang agak berat untuk di Kota Sukabumi, karena surat edaran dari Kemendagri yakni 8 persen dari DAU (Dana Alokasi Umum) harus diarahkan pada penanganan Covid-19 dan dukungan terhadap Vaksinasi, atau sesuai kebutuhan daerah.

"Kemudian 30 persen dari nilai DAU yang diperoleh oleh Kota dan Kabupaten harus diarahkan untuk penanganan Covid-19 dan dukungan Vaksinasi," ungkapnya.

Olga menambahkan, Pemkot Sukabumi sendiri telah menganggarkan untuk penanganan Covid-19 di APBD 2020 pada BTT (Bantuan Tak Terduga) dan kegiatan. Akan tetapi instruksi pemerintah pusat sekian persen dari DAU dan DID, karena Kota Sukabumi anggaran besar dari anggaran pusat.

"Kami sedang rumuskan berapa persen dari DAU dan DID untuk penanganan Covid-19 dan dukungan Vaksinasi," tandasnya. (yus/drw)

Komentar

Ekonomi Lainnya