SUKABUMI, JPNews - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi menggelar web seminar (webinar) dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021 di tengah pendemi Cobid-19, guna mencegah penularan dan penyebaran virus corona bertemakan "Sampah Bahan Baku Ekonomi di Masa Pandemi" dengan narasumber Ketua Forum Bank Sampah Jawa Barat, Dr. Ir. Mohamad Satori dan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.

"Karena masih kondisi pandemi Covid-19, makanya peringatan HPSN 2021 kita lakukan Webinar yang bisa di ikuti lapisan masyarakat untuk memberikan edukasi tentang sampah yang bisa menjadi bahan baku ekonomi," kata Kepala Dinas DLH Kota Sukabumi Adil Budiman saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Minggu (21/2).

Ia mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini, DLH ingin masyarakat menjadikan sampah sebagai sirkulir ekonomi yang bisa menghasilkan uang. "Di mulai dari memilah sampah rumah tangga," ucapnya.

Menurutnya, usaha limbah sampah tidak terdampak pada kondisi pandemi Covid-19, baik limbah plastik maupun limbah B3. "Usaha limbah sampah bisa dibilang usaha yang tetap stabil walau adanya pandemi Covid-19," imbuhnya.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya peringatan HPSN di tandai dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, tahun ini juga masih adanya Virus Corona, Pemerintah Pusat mengimbau ke daerah peringati HPSN dengan tidak ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengundang masa, yang akan menggangu terhadap protokol kesehatan.

"Makanya Pemerintah Pusat mengambil tema HPSN tahun ini, dengan kegiatan sosialisasi melalui Webinar," terangnya.

Masyarakat yang telah melakukan pemilahan sampah nantinya bisa dijual baik ke Bank Sampah Sukabumi (Bank Sami) atau ke Bank Sampah Sukabumi Cikondang (Basmici).

Pada Peringatan HPSN, Adil juga mengimbau ke masyarakat agar bisa memulai mengelola sampah dari rumah tangga, dengan memilah sampah organik maupun non organik. Berpengaruh juga terhadap jumlah sampah yang di buang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir), dengan pengurangan sampah rumah tangga.

"Sampah yang memiliki nilai jual, silahkan bisa dijual kemana saja, baik ke Bank Sami atau Basmici. Atau langsung jual ke pemulung, atau dijadikan Kompos," tandasnya.(yus/drw)

Komentar

Jabar Lainnya