SUKABUMI, JPNews - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi terus persempit ruang gerak peredaran Narkoba dengan melakukan sosialisasi bahaya narkoba ke desa-desa.

"Perang terhadap penyalahgunaan narkotika terus digaungkan, menyikapi perkembangan ancaman narkoba, dibutuhkan peran aktif dari berbagai pihak untuk lebih gencar melakukan pemberantasan narkoba," kata Kepala BNNK Sukabumi AKBP Fahmi Cipta Dewantara kepada JPNews, Rabu (17/2).

Fahmi mengatakan, salah satunya dengan pencanangan Kampung Bersinar (Bersih Narkoba) dan Kampung Tangguh, serta Diseminasi Informasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) agar tercipta lingkungan pedesaan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba sesuai Undang-undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa.

"Dengan membentuk Kampung Bersinar dan Kampung Tangguh di Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebon Pedes guna menekan penyalahgunaan narkoba di masyarakat," ungkapnya.

Menurutnya, dengan semangat dan kepedulian Kepala Desa Jambenenggang dan dukungan seluruh elemen masyarakat Desa Jambenenggang, dimulai dari ormas kepemudaan (Karang Taruna Desa) yang bersinergi dengan Bhabinkamtibmas, Tokoh Masyarakat dan tokoh agama bertekad menjadikan Desa Jambenenggang sebagai Desa Bersinar dan kampung tangguh.

"Bersih dari penyalahgunaan narkoba dan tangguh terhadap hal-hal yang berkaitan dengan perilaku masyarakat yang tidak baik," terangnya.

Lanjutnya, selain memompa semangat dan tekad masyarakat Desa Jambenenggang, juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama perang terhadap narkoba "WAR ON DRUGS" menyatukan kekuatan untuk bersatu dan bergerak melawan, memberantas penyalahgunaan narkoba, jaga kampung dari segala ancaman yang merusak generasi-generasi penerus.

"Secara akhlaq, moral dan bersama membentuk karakter generasi yang kuat, kreatif dan inovatif pantang menyerah, bergotong royong, dan mempunyai empati terutama dalam menghadapi keadaan saat ini dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih belum tuntas," harapnya. (hms/drw)

Komentar

Jabar Lainnya