SUKABUMI, JPNews - Tim Maung Hideung Jantanras Polres Sukabumi Kota berhasil mengamankan enam pelaku pembobol mesin ATM dengan modus ganjal dengan tusuk gigi pada Rabu (3/2) sekitar pukul 14:45 WIB.

Keenam pelaku yang diamankan adalah I (35), DY (40), S (40), AS (30), AS (35), dan ES (30) warga asal Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

Baca juga: Viral Video Penangkapan Pelaku Kejahatan di Sukabumi, Begini Kronologinya

"Ada enam terduga pelaku yang berhasil kita amankan, meskipun tadi pada saat penangkapan ada upaya perlawan dari terduga pelaku dengan cara mencoba menabrakan mobil mereka ke arah mobil petugas, terpaksa kami tim Maung Hideung Jatanras Polres Sukabumi Kota memberikan tembakan peringatan," beber Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni saat konferensi pers di Mako Polres Sukabumi Kota, Rabu (3/2) malam.

Sumarni menjelaskan, modus operandi yang mereka lakukan pada saat korban akan mengambil uangnya di mesin ATM, para pelaku sudah mengantri dibelakang korban, kemudian ketika ada kesulitan yang dialami oleh korban saat menarik uang, mereka pura-pura untuk menawarkan bantuan, lalu para pelaku langsung menukar ATM nya korban dengan ATM yang sudah mereka siapkan dan mereka masukan dengan mengganjal menggunakan tusuk gigi.

"Dari hasil penangkapan, turut serta diamankan berikut barang bukti berupa dua unit mobil Toyota Avanza, delapan unit handphone dari berbagai jenis, enam buah dompet milik para terduga pelaku, satu kotak tusuk gigi yang mereka gunakan untuk mengganjal mesin ATM dan 107 kartu ATM dari berbagai macam bank," terangnya.

"Jadi mereka sudah melakukan kasus serupa dibeberapa tempat diantaranya, Banten, Jakarta, Bandung, Bogor, Purwakarta, termasuk di Sukabumi, mereka berhasil meraup Rp153 Juta di Cisaat," tambahnya.

Sumarni menghimbau kepada masyarakat untuk hati-hati saat mengambil uang di mesin ATM harus waspada. Siapa yang mengantri dibelakangnya, jangan sampai mereka menjadi korban, dan hati-hati ketika akan meminta bantuan langsung ke petugas yang benar-benar berseragam seperti satpam atau call center dari bank yang bersangkutan.

"Atas tindakannya tersebut, para terduga pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara," tandasnya. (wan/drw)

Komentar

Jabar Lainnya