TOP 0 Liifestyle



SUKABUMI, JPNews - Friendster, Path, dan Yahoo Groups sebagai Sosial Media (Sosmed) yang hits di tahun 2000 an, namun kini jejaring sosial tersebut, sekarang sudah hilang dari peredaran dunia maya. Penyebabnya, mulai dari faktor tampilan serta fitur di aplikasi yang membuat jejaring ini ditinggalkan penggunanya, hingga problem internal perusahaan yang memutuskan beberapa jejaring sosial ini resmi tutup secara permanen.

Friendster merupakan salah satu jejaring sosial yang didirakan oleh Jonathan Abrams di Mountain View, California pada tahun 2002. Aplikasi sosmed ini menyediakan wadah bagi penggunanya untuk berbagi konten dan juga melakukan komunikasi antar anggota. Pada masa kejayaannya, pengguna aktif Frienster mencapai 37,1 juta pengguna aktif di tahun 2008 silam.

Namun seiring berjalannya waktu perusahaan ini resmi mengganti fungsi awal sebagai aplikasi yang awalnya sebagai alat komunkasi menjadi aplikasi penyedia permainan serta hiburan. Diketahui jumlah pengguna Friendster melonjak turun hingga diangka 1,2 juta pengguna pada tahun 2018. Berdasarkan data yang dihimpun dari Wikipedia, friendster resmi menutup domainnya secara permanen pada 1 Januari 2019 silam.

Selain Firendster, ada aplikasi Path yang didirikan pada tahun 2010 di San Fransaisco, California, dan sempat menjadi favorit untuk mengunggah momen swafoto. Namun setelah tersandung kasus karena dinilai menyalahi aturan dengan bisa mengakses dan menyimpan data kontak telepon secara diam-diam, perusahaan besutan Dave Morin, Shawn Fanning, dan Dustin Mierau langsung terjerat kasus hukum yang mengharuskan Path membayar sanksi 800.000 Dollar kepada Otoritas Amerika Serikat melalui Federal Trade Commission (FTC) atas pelanggaran tersebut. Tepat pada 11 November 2018 akhirnya Path secara resmi mengumumkan penutupan aplikasinya.

Selanjutnya, aplikasi Yahoo Groups yang juga turut resmi menutup domain aplikasinya secara permanen terhitung Desember 2020 lalu. Sejak diluncurkan tahun 2001, popularistas Yahoo Groups kalah dengan forum online lain seperti Reddit, Google Groups, dan Facebook Groups. Sejak pengumuman penutupan ditampilkan, Verizon mengatakan pengguna Yahoo Groups tidak bisa membuat grup baru lagi, hanya layanan e-mail saja yang masih berfungsi. Namun setelah 15 Desember 2020, semua layanan di Yahoo Groups tidak akan bisa diakses. Bagi pengguna yang masih urung meninggalkan Yahoo Groups, Verizon meminta mereka untuk mengorganisasi pesan mereka serta memindahkan percakapan ke boards dan tempat pertemuan baru sebelum penutupan.

Yahoo Groups merupakan sebuah forum online atau dikenal pula dengan mailing list. Lewat Yahoo Groups, pengguna bisa saling berkirim e-mail ke beberapa pengguna lain dengan cepat. Selain itu, mereka bisa berbagi foto, pesan, dan data. Mereka juga bisa melakukan polling dan mencatat kejadian di kalender group. Fungsi Yahoo Groups ini mirip dengan laman grup di Facebook atau forum online Reddit. (wan)

Komentar

Liifestyle Lainnya