TOP 0 Ekonomi



SUKABUMI, JPNews - Sejumlah harga kebutuhan pangan akhir-akhir ini terpantau merangkak naik. Kenaikan harga yang signifikan terjadi pada komoditas cabai merah besar TW sebesar empat ribu rupiah dalam tiga hari terakhir. Rata-rata harga cabai merah besar TW di pasar tradisional tercatat 40 ribu per Kilogram (Kg) pada Senin (1/2).

"Cabai merah besar TW, sekitar tiga hari ini terus naik harganya," beber Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi Heri Sihombing saat dikonfirmasi, Senin (1/2).

Menurutnya, berdasarkan hasil pengawasan di pasar tradisional dan modern Kota Sukabumi, harga cabai merah besar TW tersebut saat ini berada dikisaran Rp44 ribu per kg. "Hasil catatan pengawasan kami, harga cabai merah TW itu, dua kali naik dalam waktu tiga hari, semula dari Rp36 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, kemudian hari ini naik lagi menjadi Rp44 ribu per kg," terangnya.

Lanjutnya, penyebab naiknya harga cabai tersebut, masih seputar oleh cuaca saat ini. Sebab, berdasarkan keterangan dari pedagang jika musim penghujan tanaman jenis holtikultura tersebut sangat ketergantuan dengan iklim. "Faktornya karena hujan, tanaman jenis sayur-sayuran pasti terganggu, sehingga menggangu terhadap hasil panen, dan tingkat pasokan," ungkapnya.

Ia menambahkan, meskipun naik harga, sejauh ini tidak menimbulkan gejolak dilapangan. Sebab, masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan kebutuhan cabai. "Masih aman, dan tetap bisa melayani masyarakat. Kecuali harga sudah naik, barang juga tidak ada dipasaran, itu yang dikhawatirkan," imbuhnya.

Sementara untuk Bahan Pokok Penting (bapokting) lainya. Seperti beras, minyak goreng, gula, terigu, daging ayam broiler, telur ayam negeri, dan garam masih tergolong stabil. Semua stok bapokting dan barang strategis lainya juga cukup tersedia, serta fluktuasi harga masih dalam batas kewajaran. Begitu juga dengan penyaluran dan pendistribusian barang-barang tersebut dalam kondisi aman dan lancar."Meskipun aman dan stok cukup tersedia, kita terus lakukan pemantauan ataupun pengawasan kelapangan," ucapnya. (aya/drw)

Komentar

Ekonomi Lainnya