SUKABUMI, JPNews - Tahap awal vaksinasi Covid-19 di Kota Sukabumi akan dimulai pada Kamis (28/1) mendatang, dengan target penerima vaksin Nakes sebanyak 2.550 plus 10 orang yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk ikut vaksin tahap pertama.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dr Rita Fitrianingsih mengungkapkan, pelaksanaan Vaksin Covid-19 ini akan dilaksanakan di 24 lokasi yang telah ditetapkan dengan jadwal hari Selasa, Kamis, dan Sabtu sesuai Protap Kemenkes.

"Setiap jadwal waktu yang ditentukan, satu hari dibagi dua sesi. Dan setiap sesinya melayani pemberian vaksin hanya 20 orang, jadwal perhari berjumlah 40 orang," papar Rita, kepada awak media, Selasa (26/1).

Lanjutnya, untuk lokasi pemberian vaksin, 24 lokasi tersebut diantaranya 15 Puskesmas, 6 Rumah Sakit dan 3 klinik. Sementara fasilitas pelayanan kesehatan yang paling banyak diberikan yaitu di RSUD R Syamsudin SH. "Dari data yang kami terima, nakes terbanyak berjumlah kurang lebih 1.200 orang di R Syamsudin," terangnya.

Baca juga: Akhirnya Datang Juga, 6.000 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Kota Sukabumi

Menurutnya, terkait proses pemberian vaksin, satu sasaran diberikan vaksin per orang memakan waktu 30 menit untuk dapat di vaksin, ada beberapa pengecualian diantaranya penyitas covid, penyakit kronis, penyakit menular yang tidak terkontrol dan penyakit alergi.

"Dari mulai pendaftaran hingga screening kesehatan karena harus bebas dari 16 kriteria yang tidak boleh divaksin setelah itu dipantau 30 menit, karena prinsip vaksinasi covid ini kehati-hatian," urainya.

Rita menambahkan, pemberian vaksin ini dibagi dua gelombang. Gelombang satu ada dua tahap, yakni Januari hingga Februari akhir untuk Nakes dan tenaga penunjang, lalu Maret-April tenaga pelayanan publik. sedangkan untuk gelombang dua untuk kelompok masyarakat.

"Maret dan April untuk tenaga pelayanan publik diantaranya TNI/Polri, penunjang guru dan ulama," terangnya.

Ia juga mengingatkan, pemberian vaksin ini tidak 100 persen melindungi namun protokol kesehatan 3M tetap harus diterapkan. "Harus diingat, vaksin tidak melindungi 100 persen namun kita harus tetap menerapkan 3 M," ucapnya

Rita juga mengatakan, sejauh ini tidak ada nakes yang menolak untuk diberikan vaksin. Namun sebaliknya, justru menunggu diberi vaksin karena untuk perlindungannya. "Justru nakes menunggu diberi vaksin, untuk perlindungannya sejauh ini tidak ada yang menolak," ungkapnya. (drw)

Komentar

Jabar Lainnya