SUKABUMI, JPNews - Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) memusnahkan puluhan jenis barang bukti aksi kejahatan pidana umum dari hasil penindakan tahun 2020.

"Ada 26 perkara yang dimusnahkan dari perkara tindak pindana umum yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkrah). Dari 26 perkara itu, terdiri dari ada UU Kesehatan, Narkotika, dan UU Darurat, bersama tindak pidana umum lainnya," ujar Kepala Kejari Kota Sukabumi, Mustaming usai melakukan kegiatan pemusnahan Barang Bukti (BB) di halaman kantor Kejari Kota Sukabumi, Rabu (20/1).

Menurutnya, perkara yang paling menonjol hingga saat ini, masih di dominasi oleh narkotika bersama obat-obatan terlarang. Berdasarkan evaluasi dari penuntutan persidangan perkara tindak pidana umum, yang masuk di terima oleh Kejaksaan Kota Sukabumi pada tahun 2020, kurang lebih ada 333 perkara, dari jumlah tersebut ada 150 perkara narkotika. 

"Hal ini tentunya menjadi atensi kita bersama agar program kedepan bisa mengatasi dan mengantisipasi dalam penekanan perkara Narkotika," terang Mustaming.

"Semakin bertambahnya kasus narkotika, dibutuhkannya sinergitas dari semua pihak dan secara intens memberi edukasi ke lapisan masyarakat tentang bahaya narkotika," tegasnya menambahkan.

Mustaming mengungkapkan barang bukti yang dimusnakan terdiri dari narkotika ada sabu-sabu dengan jumlah 44,8453 gram dan ganja sebanyak 24,9613 gram dengan total 26 perkara, sedangkan Undang-undang kejahatan dari 3 perkara, BB yang di musnahkan ada Hexymer sebanyak 2.093 butir, Tramadol berjumlah 774 butir, DMP sebanyak 364 butir dan DOUBLEY sebanyak 100 butir.

Disamping itu, pihaknya juga memusnahkan BB dari Undang-undang Darurat dengan BB senjata api (1 Air Soft Gun) dan 2 senjata tajam (Golok dan Pedang).

"Dari kasus Narkotika selama 2020 memang lebih banyak pemakai, BB yang kita musnahkan kurang lebih kalau dirupiahkan lumayan besar, sampe milyaran," tandasnya.(yus/drw)

Komentar

Jabar Lainnya