SUKABUMI, JPNews - Polres Sukabumi Kota mengungkap tujuh kasus peredaran gelap narkotika dan obat berbahaya dengan total barang bukti 3,71 gram sabu dan 2.195 butir pil berbagai merek seperti Tramadol, Hexymer, Calmlet, Alprazolam, dan Riklona selama kurun waktu dua pekan sejak akhir Desember 2020 hingga Januari 2021.

"Dari pengungkapan tujuh kasus tersebut, kami mengamankan 9 orang tersangka di wilayah Sukaraja, Kebonpedes, Kadudampit, Cikole, dan dari Lapas Nyomplong Kota Sukabumi," beber Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni saat Press Release di Mako Polres Sukabumi, Senin (18/1).

Lanjutnya, terkait penangkapan di Sukalarang, saat itu petugas sedang melaksanakan kegiatan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Saat itu dilakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang melintas, kebetulan menggunakan kendaraan di luar Sukabumi kita dapati yang bersangkutan membawa obat-obatan yang dilarang sehingga kita amankan untuk proses lebih lanjut.

"Dari 9 orang tersangka, 7 ditahan di Rutan Polres Sukabumi Kota, sedangkan 2 orang ditahan di Lapas Kelas II B Nyomplong Kota Sukabumi," terang Sumarni.

Menurutnya, kesembilan tersangka, masing-masing berinisial LR, FP, WK, RP, dan SK merupakan pengedar sabu-sabu sementara S, AJ, AF dan FJ merupakan penjual obat terlarang. Adapun barang bukti yang diamankan, sebut Sumarni, yakni sabu-sabu sebanyak 3,71 gram, selain itu pihaknya mengamankan 49 butir pil Alprazolam, 20 butir pil Calmlet, 40 butir pil Riklona, 1767 butir pil Hexymer dan 319 butir pil Tramadol.

"Para tersangka dijerat pasal 111 ayat 1,112 ayat 2,114 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dan pasal 196, 197 UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dan pasal 62 UU nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika dengan ancaman pidana 5-20 tahun penjara," pungkas Sumarni. (drw)

Komentar

Jabar Lainnya