SUKABUMI, JPNews - Polres Sukabumi Kota mengungkap komplotan pencurian kendaraan roda empat yang beraksi di wilayah Kota Sukabumi. Polisi berhasil meringkus tiga tersangka beserta barang bukti dari hasil kejahatannya, mereka adalah DW (45), TH (29), dan U (60) sebagai penadah. Ketiga tersangka berasal dari Cianjur Warungkondang dan Bogor, Jawa Barat.

"Adapun tim dari Satreskrim Polres Sukabumi Kota mengamankan sebanyak 14 unit mobil yang berhasil diamankan dari berbagai wilayah, dimana LP nya dilaporkan di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota dan TKP nya terjadi di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, tetapi kemudian dijual oleh para pelaku ke berbagai wilayah yang ada di Jawa barat," beber Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni saat gelar press release, Kamis (14/1).

Ia mengungkapkan, ke dua pelaku yang ber inisial DW dan TH di tangkap di Cisaat pada saat akan melakukan aksi pencurian kendaraan, dan diamankan satu unit kendaraan toyota avanza yang digunakan untuk melakukan kejahatan dan setelah dilakukan penggeledahan di temukan satu buah tas yang di dalamnya terdiri dari seperangkat alat kejahatan. Sementara tersangka U ditangkap di Sumedang pada Minggu (10/1).

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku selama ini dengan cara merusak pintu kendaraan menggunakan kunci letter T berikut mata kuncinya, setelah pintu terbuka kemudian pelaku memasang kabel soket sampai dengan mesin menyala. Setelah mesin kendaraan tersebut hidup, para pelaku langsung membawa kabur kendaraan tersebut.

"Para pelaku menyasar kendaraan di tempat umum yang ditinggalkan pemiliknya diparkir di permukiman dan pinggir jalan. Dari pengakuan pelaku, mereka telah beroperasi sejak 2016 lalu, dan merupakan residivis kasus yang sama," terang Sumarni.

Atas perbuatannya, tiga tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP Jo 55 KUHpidana tentang pencurian dengan pemberatan atau menyuruh pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun. Sedangkan tersangka U sebagai penadah dijerat Pasal 481 KUHP, tentang karena kebiasaanya dan sudah menjadi kerjaan melakukan pertolongan jahat atau tadah dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (drw)

Komentar

Jabar Lainnya