SUKABUMI, JPNews - Sebanyak 97 orang terjaring Operasi Yustisi yang dilakukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Sukabumi. Puluhan pelanggar protokol kesehatan itu didapati tidak mengenakan masker terjaring dalam operasi yustisi dan non yustisi bersama jajaran kepolisian langsung diberikan sanksi denda serta sanksi sosial.

"Petugas gencar menggelar razia masker agar para warga patuh terhadap protokol kesehatan khususnya penggunaan masker. Dari 97 pelanggar tersebut, 50 pelanggaran dijatuhi sanksi denda dan 47 pelanggaran dikenakan sanksi sosial," beber Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah dan SDM Dinas Satpol PP Kota Sukabumi, Sudrajat kepada awak media, Selasa (15/12).

Menurutnya, jumlah pelanggar prokes, hasil dari penjaringan selama operasi sejak ditetapkan operasi non-yustisi yang memberlakukan sanksi denda bagi pelanggar. Sejak diberlakukannya sanksi denda, jumlah pelanggar prokes cenderung berkurang. Kesadaran masyarakat dalam melaksanakan 3M, khususnya mamakai masker juga meningkat cukup signifikan.

"Berdasarkan pantauan di lapangan, warga yang berada di tempat keramaian seperti Jalan Ahmad Yani sebagian besar mengenakan masker. Sebelumnya lebih banyak warga yang tidak mengenakan masker," terangnya.

Lanjutnya, operasi non-yustisi mulai diberlakukan sejak 4 Desember 2020 lalu dan akan terus melancarkan operasi ke berbagai wilayah di Kota Sukabumi. “Kami akan senantiasa terus melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Selain melalui penegakan sanksi, kami juga menggelar patroli setiap hari untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan masyarakat," ungkapnya.

Sudrajat menegaskan, dasar hukum dari operasi yang digelarnya itu merupakan Peraturan Wali (Perwal) Kota Sukabumi Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Pelanggaran Protokol Kesehatan

"Tujuan dari operasi ini untuk menegakkan dispilin masyarakat dalam menerapkan gerakan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir atau hand sanitizer," pungkasnya. (drw)

Komentar

Jabar Lainnya