TOP 0 Bola

Hermansyah mantan penjaga gawang Tim Nasional Indonesia. Foto: Darwin Sandy/JPNews

SUKABUMI, JPNews - Hermansyah mantan penjaga gawang Tim Nasional Indonesia, sosoknya dikenal sebagai penjaga gawang yang ahliannya memblok tendangan penalti ini merupakan salah satu penjaga gawang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia sepanjang masa, bicara mengenai pentingnya memberikan dasar pelatihan kepada kiper di usai dini terutama fisik penjaga gawang, karena wajib di usia muda.

"Mulai dari usai 9, 10, hingga 11 tahun itu fisik penjaga gawang yang benar. Mulai dari menangkap bola yang benar, posisi penjaga gawang, dan pandangan terhadap bola harus benar kita terapkan di usia dini yang baik basic goalkeeper," kata Coach Hermansyah kepada JPNews disela-sela Coaching Clinic Goalkeeper yang diadakan oleh Warriors Football Academy Sukabumi yang di gelar di Aula Vila dibilangan Jalan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (12/12).

Baca juga: Hadirkan Hermansyah, Warriors Football Academy Gelar Coaching Clinic Goalkeeper

Menurutnya, di usia dini itu menerapkan penjaga gawang yang baik dan benar, terus menangkap bola yang benar, posisi yang benar, dan pandangan bola yang benar diajarkan di usia dini agar tersimpan di memorinya.

"Jadi kesalahan sedikit kita perbaiki, itu motivasi saya untuk bisa melahirkan kiper yang handal dimasa yang akan datang," ucapnya.

Lanjutnya, saya motivasinya itu ingin banyak penjaga gawang Indonesia yang bagus-bagus dan memberikan dasar kepada penjaga gawang yang baik. "Kebetulan saya mempunyai lisensi level 1 AFC Goalkeeper," ungkapnya.

Hermansyah menyebut, peminat penjaga gawang kayanya di usia dini kurang atau belum, selama ini saya lihat kalau di Jakarta mulai banyak di daerah Serpong, dimana Satri Cipta mulai banyak kumpulkan seluruh SSB di Serpong mengikuti coaching clinic goalkeeper.

"Tapi di Sukabumi saya lihat cukup bagus juga animonya, dengan adanya coaching clinic goalkeeper yang digagas Warriors Football Academy ini semoga saja menjadi gairah khususnya penjaga gawang yang ada di Sukabumi kembali bergairah," jelasnya.

"Mudah-mudahan kedepannya insya allah dengan adanya coaching clinic ini akan melahirkan penjaga gawang yang bagus dimasa yang akan datang," harapnya menambahkan.

Disamping itu, pria kelahiran Sukabumi 17 Agustus 1963 itu mengatakan, penjaga gawang itu disamping berani harus pinter, pinter arti kata membaca permainan, kuncinya konsentrasi, dan fokus.

"Berani tanpa konsentrasi juga percuma. Jadi modalnya konsentrasi 100 persen di gawang dan disiplin," pungkas mantan pelatih penjaga gawang Pelita Bandung Raya ini. (drw)

Komentar

Bola Lainnya