SUKABUMI, JPNews - Dalam rangka penegakan Perda Kota Sukabumi Nomor 8 Tahun 2017 tentang Penataan Tempat Indekos dan atau Rumah Kontrakan.

Satpol PP Kota Sukabumi, aparat TNI dan Kepolisian melakukan operasi nonyustisi diberbagai kosan yang berada di kawasan kota. 

Operasi yang dimulai Sabtu (21/11) malam dari pukul 20.00 sampai dengan pukul 23.50 WI WIB ini, berhasil menjaring 15 pasangan bukan suami istri yang ditemukan dalam kamar kos.

Kosan pertama yang didatangin Kecamatan Cikole, Citamiang dan Warudoyong. 

"Aparat gabungan dari Polres Sukabumi Kota, Subdenpom Sukabumi, Kominda Kota Sukabumi, dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi terlibat dalam operasi nonyustisi," kata Kepala Bidang Penegakan Perda dan Sumber Daya Aparatur Satpol PP Kota Sukabumi, Sudrajat, Sabtu (21/11).

Lanjutnya, pada operasi tersebut, bukan hanya pasangan yang melakukan kumpul kebo ditemukan, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti dari beberapa lokasi tempat kos. 

"Barang bukti yang diamankan antara lain 1 botol miras, 1 buah senjata tajam, dan 10 strip obat tramadol," terangnya.

Menurutnya, semua barang bukti yang membahayakan keselamatan manusia itu diamankan oleh petugas dari Polres Sukabumi Kota. Satpol PP juga mengamankan 30 KTP milik pasangan yang bukan suami istri. Langkah ini sesuai dengan Perda 8/2017.

“Kami juga melaksanakan pemeriksaan rapid test untuk Covid-19. Hasilnya satu orang reaktif dan segera ditangani oleh petugas Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan melalui metode rapid test dilakukan karena penghuni tempat indekos dan rumah kontrakan itu sering berkerumun, sementara mereka kerap bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya.

"Kepada para pelanggar, petugas menerapkan pasal 9 ayat 2 Perda Kota Sukabumi Nomor 8 Tahun 2017 tentang Penataan Tempat Indekos dan atau Rumah Kontrakan J.o Perda Kota Sukabumi Nomor 13 Tahun 2015 tentang Larangan Minuman Beralkohol," tandasnya. (Yus/drw)

Komentar

Jabar Lainnya