SUKABUMI, JPNews - Masih tingginya jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 setiap harinya di Kota Sukabumi berdasarkan data dari Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, karena masyarakat masih mengabaikan Prokes (Protokol kesehatan) untuk dirinya maupun orang lain. 

Disisi lain Pemerintah Kota Sukabumi menindaklanjuti Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 60 tahun 2020, telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota Sukabumi (Perwal) nomor 36 tahun 2020 tentang pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran Protokol kesehatan dalam pencegahan Virus Corona di Kota Sukabumi.

"Sosialisasi dan edukasi terhadap Perwal telah kita lakukan selama delapan bulan lebih. Masyarakat yang melanggar Prokes saat ini hanya diberi sanksi edukasi dan sosial saja," kata Kabid Gakda (Penegakan Perda) Satuan Polisi Pamong Praja Kota Sukabumi, Sudrajat ketika dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Rabu (18/11).

Menurutnya, sanksi edukasi dan sosial yang diberikan jajaran Satpol PP kepada para pelanggar Prokes, ternyata belum memberi efek jera. Terbukti masih banyak masyarakat yang ditemukan mengabaikan Prokes 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak). 

"Harus segera ada aksi Tipiring (Tindak Pidana Ringan) kepada para pelanggar Prokes. Sudah saatnya melakukan aksi menindak lanjuti Perwal denda masker, sudah cukup acara seremonial bagi-bagi masker terus. Selanjutnya tinggal ke penegakan Perwal," tegasnya.

Lanjutnya, sanksi yang diberikan pada penegakan Perwal hanya sanksi administratif bukan sanksi pidana, namun untuk menegakan Perwal tersebut, diakuinya butuh dukungan dari instansi lain, Kejaksaan, Pengadilan, Kepolisian dan TNI agar lebih gebyar dan bisa melaksanakan amanat dari Perwal.

Sudrajat menyakini penegakan Perwal bisa memberikan efek jera dan shock terapy kepada para pelanggar Prokes.

"Permasalahannya untuk penegakan Perwal terbentur anggaran yang tidak turun. Sesuai tupoksi kami di bidang keamanan dan ketertiban, berhak memberikan sanksi kepada pejalan kaki yang tidak menggunakan masker," ucapnya.

Kemarin Sudrajat pun telah rapat koordinasi di Polres Sukabumi Kota, tentang pembinaan dan pengawasan PPNS, dan jajaran Kepolisian juga mendorong Satpol PP untuk penegakan Perwal agar masyarakat lebih memperhatikan Prokes. Sudrajat berharap ada perhatian dari Kepala daerah agar anggaran untuk Tipiring bisa diturunkan.

 "Kami setiap hari tetap selalu mengingatkan dan mengimbau ke masyarakat untuk tetap menjaga Protokol kesehatan. Mereka yang ditemukan tidak menggunakan masker kita beri sanksi mulai dari baca Pancasila, Sholawat, menyanyi lagu Indonesia Raya, dan baca doa," tandasnya. (Yus)

Komentar

Jabar Lainnya