SUKABUMI, JPNews - Di masa pandemi virus corona atau Covid-19, klinik-klinik layanan kesehatan mulai kembali membuka layanan. Beberapa aturan ditambah demi menekan persebaran Covid-19. Mulai pengaturan jadwal hingga kelengkapan APD selama proses pemeriksaan.

Satu di antaranya adalah Klinik Gigi Halus yang turut menerapkan protokol kesehatan dalam melayani para pelanggan setia, guna menekan penyebaran Covid-19. 

Pemilik Klinik Gigi Halus, drg. Ali Sundiharja menyebut, ada beberapa perubahan yang diterapkan di masa pandemi ini.

Begitupun dengan dokter gigi takut juga saat bersentuhan langsung dengan para pasiennya ketika belum ada anjuran dari PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) cara perawatan dan pengobatan gigi di masa pandemi.

Selama masa pandemi Covid-19, Klinik Gigi Halus, yang berlokasi di Jalan Nyomplong, Kota Sukabumi memberikan layanan konsultasi dan perawatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan menjadi yang utama dalam layanan kliniknya.

"Aturan tersebut tak hanya berlaku bagi pasien namun juga seluruh karyawan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19," ucapnya saat ditemui di kliniknya, Kamis (12/11).

Lanjutnya, dokter dan perawatnya menggunakan APD bertipe level 3, begitupun dengan bagian pelayanan penerima pasien. Pasien juga tidak usah khawatir dengan peralatan yang digunakan, tidak sama dengan peralatan yang digunakan terhadap pasien sebelumnya. 

"Masyarakat lebih berani datang ke klinik khususnya para pasien, karena sudah jelas ada acuan 3M. Apalagi pasien yang datang ke kami secara langsung akan terkena cairan desinfektan Asam Hipoklorit, di cek suhu tubuh, dan mengisi formulir skrining pasien Covid-19," terangnya.

Ia menambahkan, peningkatan kunjungan pasien mulai meningkat secara bertahap. Walau jumlah kunjungan tidak seramai saat belum terjadinya pandemi Covid-19.

"Dalam sehari pasien paling banyak 10 orang yang ditangani, saat pertama adanya Covid-19 jumlah pasien paling banyak 5 orang, dan ada juga yang konsultasi melalui pesan WhatsApp," imbuhnya.

Menurutnya, ketika pasien yang berkunjung dengan kondisi suhu tubuh melebihi batas yang telah ditentukan, pihaknya tidak berkenan untuk memberikan perawatan, pasien akan diberikan resep dokter apabila giginya sakit, dan diperkenan kembali lagi ketika suhu tubuh sudah normal. 

"Kami ada aturan dari PDGI untuk menangani pasien di masa pandemi. Termasuk ruangan, Keberadaan AC atau sumber udara harus berada di belakang dokter gigi dan ada penyedot ruangan. Pada intinya sirkulasi udara harus berjalan," ungkapnya.

Ali mengatakan, walau tidak ada sidak dari tim Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Sukabumi terhadap semua klinik dalam memberikan pelayanan kesehatan, namun Klinik Gigi Halus telah menjalankan imbauan atau anjuran dari PDGI, untuk pelayanan pasien ditengah kondisi pandemi Covid-19.(yus)

Komentar

Jabar Lainnya