SUKABUMI, JPNews - Pencapaian sektor pajak yang di kelola Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Sukabumi pada akhir triwulan ketiga melebihi target yang telah ditentukan. Target anggaran dari 9 sektor pajak pada tahun 2020 senilai Rp37.146.380.800,00 realisasi pencapaian target terhitung Januari hingga September 2020 telah mencapai Rp37.940.940.330,00.

"Hasil kajian analisa yang ditetapkan untuk pendapatan target, Alhamdulillah hingga triwulan ketiga kami sudah melebihi target yang telah ditentukan. Dengan realisasi pendapatan 9 sektor pajak senilai Rp 37.940.940.330,00,"kata Kabid Pendataan pada BPKD Kota Sukabumi, Rahman Gania saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (26/10).

Sebelumnya di triwulan kedua pendapatan dari beberapa sektor pajak yang di kelola oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Sukabumi, mengalami penurunan, karena kondisi pandemi Covid-19. Pendapatan pajak yang dikelola diantaranya pajak Hotel, Restauran, Hiburan, Reklame, Penerangan Jalan, Parkir, Air bawah Tanah, Bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan dan Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB),  pendapatan melebihi target sebesar 102,14 persen.

"Kemungkinan dengan sisa waktu pendapatan pajak akan terus bertambah.

karena di akhir tahun masih ada andalan di sektor PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) yang biasa dibayarkan masyarakat di akhir tahun," ucapnya.

Pajak restauran masih menjadi primadona bagi BPKD sebagai penyumbang terbesar pada pendapatan pajak. Walau adanya pandemi Covid-19 ikut berpengaruh terhadap omset penjualan restoran, apalagi berdasarkan protokol Kesehatan di berlakukan hanya 50 persen masyarakat yang boleh makan di lokasi dari kapasitas tempat duduk yang ada. 

Untuk menyiasati agar pembayaran pajak berjalan lancar ditengah kondisi pandemi Covid-19, Pemerintah daerah

memberikan insentif insentif kepada para Wajib Pajak (WP), yakni keringanan penghapusan denda administrasi karena keterlambatan berlaku untuk tiga jenis pajak favorit, hotel, restoran dan hiburan.

"Biar pembayaran pajak lancar, usaha Wajib pajak juga lancar diberlakukan intensif pajak. Yang pasti esensinya bukan dari omset akan tetapi uang yang dititipkan oleh para konsumen," ungkapnya. (Iyus Firdaus)

Komentar

Jabar Lainnya