SUKABUMI, JPNews - Ribuan buruh di Sukabumi, turun ke jalan sebagai aksi penolakan terhadap Undang-Undang Omnibus Law Undang Undang Cipta Kerja di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (14/10).

Dalam orasinya, mereka mengecam sikap pemerintah dan DPR yang telah mengesahkan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

"Kami menolak Omnibus Law, anggota DPR yang katanya perwakilan rakyat ternyata pengkhianat. Mari kita lawan, kita tolak," teriak pria yang berorasi diatas mobil komando di depan ribuan buruh.

“Kita pihak buruh meminta dipertemukan dengan anggota DPR RI yang mewakili Kabupaten dan Kota Sukabumi, itu ada enam orang. Silahkan waktunya terserah tapi paling lama kita tetapkan satu minggu untuk dihadirkan mereka,” kata Dadang Zaelani perwakilan dari massa buruh usai audensi bareng Ketua DPRD Kabupaten, Pjs Bupati Sukabumi, Kejaksaan, Dinas Ketenagakerjaan serta pihak Kepolisian di aula Pendopo Sukabumi.

Menurutnya, karena memang selama ini kegaduhan dari berbagai daerah ini kan melupakan kekecewaan terhadap disahkanya UU Cipta Kerja.

“Dari mana mereka berasal, anggota DPR RI ini, tentukan dari dapil masing-masing,” ucapnya.

Lanjutnya, maka dari itu kita tarik, dan kita tidak berbicara dari mana fraksi berasal atau bagai apa mereka disana.

“Tetapi bagaimana berbicara keputusan anggota DPR RI silahkan mereka mau dari partainya atau fraksinya silahkan jelaskan, itu opsi dari kami,” tegasnya.

Ia menambahkan, kita memanggil perwakilan DPR RI ini, karena para pekerja ingin penjelasan mengenai hiruk pikuknya bluder Undang Undang Cipta Kerja ini harus dijelaskan oleh DPR RI.

“Kami tidak akan terus menunggu apapun yang akan dikatakan oleh DPR RI. Kami akan tunggu, tentunya dalam satu minggu ini pertemuan dengan anggota DPR RI. Yang jelas, keinginan kita ingin penjelasan atau klarifikasi dan semuanya bisa clear tidak ada lagi hoax diantara kita,” ungkapnya.

Aksi unjuk rasa yang diikuti ribuan buruh dari Kabupaten hingga aksi berakhir sekitar 13:00 WIB berlangsung aman.

Namun demikian, karena banyaknya massa aksi yang turun ke jalan hingga akhirnya membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut ditutup total. (drw)

Komentar

Jabar Lainnya