KABUPATEN BEKASI, JPNews - Buntut dari terlukanya para Mahasiswa Pelita Bangsa Cikarang saat unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang bentrok dengan aparat Kepolisian di Kawasan Industri Jababeka, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mantan Ketua GMNI Bekasi Bambang Hariyanto meminta, dengan hormat Kapolres Metro Bekasi dan Kabag OPS Mundur dari Jabatan

"Secara langsung saya meminta dengan hormat Bapak Kapolres beserta Kabag Ops untuk mundur dari jabatan bapak," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/10).

Dirinya merasa kecewa, terkait tindakan aparat Kepolisian, yang sepatutnya menjaga masa aksi adik-adik mahasiswa. Akan tetapi kenyataan yang ada malah melakukan pemukulan dan tindakan kekerasan lainya.

"Hal tersebut saya sampaikan, karena telah terjadinya tindakan kekerasan terhadap masa aksi damai penolakan UU Cipta Kerja oleh adik-adik mahasiswa Universitas Pelita Bangsa yang tergabung dalam komisariat GMNI Pelita Bangsa GMNI Cabang Kabupaten Bekasi pada tanggal 7 Oktober 2020 di CCikarang Kabupaten Bekasi. Sebagaimana terlihat dalam video kejadian para aparat kepolisian yang sepatutnya menjaga masa aksi adik-adik mahasiswa malah melakukan pemukulan dan tindakan kekerasan lainya, yang mengakibatkan beberapa mahasiswa cidera baik ringan maupun sedang," bebernya.

"Dari hasil CT SCAN Rumah Sakit ada satu korban yang sampai tempurungnya dinyatakan retak dan sempat dirawat di ICU," tambahnya penuh kecewa.

Lanjutnya, merasa heran terhadap pihak Kepolisian yang melakukan tindakan preventif terhadap masa aksi dari mahasiswa Pelita Bangsa Cikarang. Sedang para mahasiswa tersebut tidak melakukan tindakan pengrusakan terhadap objek apapun dan juga tidak ada yang membawa senjata tajam ataupun sejenisnya yang dapat mengancam, atau membahayakan para petugas Kepolisian dalam aksi tersebut.

"Sebagaimana yang terlihat dalam video rekaman aksi, yang direkam oleh para peserta aksi dan dari keterangan-keterangan yang ada. Masa aksi tidak melakukan tindakan pengrusakan terhadap objek apapun dan juga tidak ada yang membawa senjata tajam ataupun sejenisnya yang dapat mengancam dan atau membahayakan para petugas kepolisian yang sedang menjaga jalannya aksi damai tersebut. Ataupun tindakan penyerangan terhadap petugas," tegasnya.

Bambang menambahkan, Bapak kapolres Bekasi yang saya hormati, kepolisian adalah abdi negara, yaitu sebagai pelayanan, pelindung dan pengayom Masyarakat yang bekerja secara profesional dan independen. Tidak terkecuali mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasinya yang jelas dilindungi oleh undang-undang.

"Menangani para pelaku tindak kriminal dan atau kejahatan saja menggunakan SOP, apalagi bertugas mengamankan aksi demonstrasi yang sangat jelas adalah aksi damai. Atas insiden tersebut saya menilai bapak telah gagal menjalankan amanat sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat," ucapnya.

"Dengan surat terbuka melalui media ini saya sekali lagi meminta bapak kapolres dan kabag ops Polres bekasi untuk mengundurkan diri, terimakasih, Bambang Hariyanto mantan Ketua DPC GMNI Bekasi," tutupnya. (Red)

Komentar

Jabar Lainnya