TOP 0 Netizen



MALANG, JPNews - Mahasiswa Program Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (PMM UMM) kelompok 93 melakukan pengabdian di Dusun Jumput, Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Salah satu program kerjanya yakni melakukan pengadaan kebun tanaman obat keluarga (Toga). Tatanan kehidupan normal yang baru atau new normal berbasis pada perubahan kebiasaan masing-masing individu agar Covid-19 tidak mudah menyebar yaitu, adanya himbauan untuk hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat dan beristirahat dirumah.

Dengan adanya himbauan tersebut, masyarakat mulai mencari tanaman herbal atau toga untuk dibuat jamu sebagai salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh (imunitas) saat menghadapai ancaman penularan covid-19.

Maka dari itu Mahasiswa PMM kelompok 93 Universitas Muhammadiyah Malang melakukan agenda penanaman bibit toga dan penyerahan bibit toga atau tumbuhan untuk jamu kepada masyarakat dusun Jumput.

Salah satu fungsi jamu yang akan dibuat dari toga, untuk mencegah Covid-19. Dengan jamu buatan dan racikan sendiri ini, untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh maupun daya imun tubuh.

Ada 21 Polybag bibit toga yang diserahkan dari 8 jenis bibit toga yaitu kunyit, serai, kencur, laos, temulawak, temuireng, jahe dan kunci.

Penyerahan toga kepada Ketua Karang Taruna Dusun Jumput, Nur Joko. Masyarakat begitu antusias dengan adanya program kerja tersebut

“Tanaman toga mempunyai banyak manfaat, salah satunya untuk membuat jamu tradisional sehingga menghasilkan kualitas hidup sehat bagi warga,” ujar Nur Joko.

Penulis Aliya Nur Aisyah
Mahasiswa Semester 7 | Jurusan Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Malang

Komentar

Netizen Lainnya