Ketua PC PMII Kota Sukabumi Isep Ucu Agustina menyerahkan barang bukti dugaan kasus SPK bodong ke Mapolres Sukabumi Kota dan Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi.

SUKABUMI, JPNews - Langkah Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Sukabumi menyerahkan barang bukti ke Mapolres Sukabumi Kota dan Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi terkait kasus dugaan penipuan Surat Perintah Kerja (SPK) bodong yang melibatkan oknum pejabat Pemkot Kota Sukabumi, Senin (5/10).

Ketua PC PMII Kota Sukabumi Isep Ucu Agustina mengatakan, bahwa sudah jauh-jauh hari PMII memiliki berkas terkait dugaan SPK bodong, dan hari ini kami meminta tindak lanjut dari kasus tersebut ke Mapolres Kota Sukabumi dan Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi.

"Dari Kapolres barusan, siap menindaklanjuti tentang persoalan SPK-SPK bodong ini, dari kejaksaan pun sama, akan di pelajari kasusnya seperti apa" ujar Isep Ucu Agustina kepada awak media.

Baca juga: Didemo Mahasiswa, Begini Respon Wali Kota Fahmi

Menurutnya, PMII bukan membuat laporan tentang kasus dugaan SPK bodong, tetapi meminta dengan tegas untuk menindak lanjuti kasus dugaan SPK bodong yang telah terjadi di Kota Sukabumi.

"Kasus SPK ini sebetulnya sudah ditangani oleh Polda Jabar, tentunya Kapolres Kota Sukabumi dan Kejaksaan ini harus hati-hati, dalam artian harus hati-hatinya jangan sampai secara hukum menjadi tumpang tindih," ungkapnya.

"Karena sudah jelas secara proses penipuan ini sudah ada," tambahnya.

Lanjutnya, berkas yang di berikan kepada Kapolres Sukabumi Kota dan Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi, berdasarkan bukti dan kronologis kejadian.

Baca juga: 2 Tahun Kepemimpinan Fahmi-Andri, Diganjar Kartu Merah oleh PMII

"Untuk pemberkasan yang pertama itu dari kronologis kejadian serta ada juga dari surat kuasa-kuasa yang memang menjadi korban pemilik CV," urainya.

Isep menambahkan, jika ada pelanggar hukum maka harus ditindak dengan seadil-adilnya, mau itu dari pemilik CV atau pun dari pembuatan SPK bodong ini.

"Tolong ditindak dengan seadil-adilnya, jangan sampai PC PMII Kota Sukabumi tidak percaya kepada hukum yang ada di indonesia," tandasnya. (ian/drw)

Komentar

Jabar Lainnya