TOP 0 Edukasi



SUKABUMI, JPNews - Pondok Pesantren (Ponpes) Dzikir Al-Fath menyusun protokol kesehatan yang diterapkan di ponpes. Protokol kesehatan itu guna menyikapi penambahan kluster baru di institusi pendidikan di tengah pandemi covid-19.

"Ponpes Dzikir Al-Fath telah berupaya mengantisipasi, diantaranya pembatasan orang tua siswa yang datang ke Ponpes, diluar gerbang tidak boleh masuk ke area Ponpes, dan di batasi waktu minimal tiga bulan sekali," kata Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, Fajar Laksana saat ditemui awak media di Ponpes yang terletak di Perum Gading Kencana, Kelurahan Karang Tengah Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi, Kamis (1/9).

Menurutnya, tamu yang datang ke Ponpes wajib lapor, dan dilakukan pengecekan suhu tubuh serta wajib menggunakan masker.

"Para santri selalu perhatikan protokol kesehatan selama berada di Ponpes, kami juga menyediakan tempat cuci tangan di setiap sudut. Sejak adanya Virus Corona kami juga membuat ramuan herbal yakni Biosin 36, yang bermanfaat dan aman digunakan khususnya kaum muslimin karena tidak mengandung alkohol," tuturnya.

Lanjutnya, Biosin 36 terbuat dari kunyit kuning, putih daun sirih dan daun mahkota dewa, cairan tersebut setiap saat disemprotkan di mesjid dan sudut-sudut Ponpes. Selain menjaga dan menerapkan protokol kesehatan, pihaknya juga membiasakan olahraga khusus kepada para santrinya, melalui latihan silat menggunakan teknik pernapasan.

"Metode pernapasan kita buat untuk menjaga kesehatan terutama di paru-paru. Setiap pagi para santri berolahraga dan berjemur diri serta memperhatikan makanan-makanan bergizi untuk mereka," ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan adanya kluster baru institusi pendidikan di wilayah Kecamatan Gunung Puyuh, pihaknya semakin meningkat antisipasi penyebaran Covid-19 dengan menambahkan program baru yakni MCML (Moving Class Master Learning) untuk mencegah kerumunan. Dengan membagi kelompok pada para santri untuk belajar di luar.

"Program MCML, para santri akan di pindahkan belajar di beberapa rumah milik orang tua siswa akan jadikan tempat mukim santri selama 40 hari. Para santri tugasnya hanya menghafalkan Al-Qur'an, dan tetap menerapkan protokol kesehatan," terangnya.

Lebih lanjut, Fajar menyakini program MCML dapat antisipasi kerumunan orang, dengan jumlah santri yang di sebar ke lokasi yang aman. Para santri juga akan merasa refresh dengan lokasi belajar yang baru, tidak merasa jenuh harus berdiam di Ponpes.

"Alhamdulillah sudah ada 8 tempat yang nanti akan di tempati para santri, 1 rumah untuk 10 santri. Program ini sudah berjalan," tandasnya. (yus/drw)

Komentar

Edukasi Lainnya