SUKABUMI, JPNews - Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, tentunya kami mengucapkan terimakasih kepada teman-teman mahasiswa yang telah menyampaikan kritikan dan hasil evaluasi perjalanan pemerintah selama dua tahun ini.

"Tentunya apa yang mahasiswa sampaikan itu menjadi masukan buat kami untuk terus melakukan percepatan pembangunan yang sudah direncanakan," ucapnya kepada awak media usai aksi unjuk rasa mahasiswa di depan kantor Balai Kota Sukabumi, Senin (21/09).

Menurutnya, kita mengetahui bagaimana tahun 2020 ini, tidak ada hal yang bisa kami lakuka, apalagi pembangunan fisik khususnya. Karena pemerintah fokus sejak bulan Februari melakukan penanganan-penanganan yang berdampak kepada covid-19.

Baca juga: 2 Tahun Kepemimpinan Fahmi-Andri, Diganjar Kartu Merah oleh PMII

"Selama dua tahun tersebut Kita lihat sampai 2019 akhir, beberapa program yang telat di sampaikan oleh mahasiswa, misalnya terkait optimalisasi puskesmas saat ini berjalan, hanya ketika masa pandemi covid, untuk sementara pelayanan juga dibatasi karenakan sedang adanya pandemi covid-19. Yang sebelumnya puskesmas 24 jam puskesmas yang memiliki klinik sore memang diminta untuk diberhentikan," terangnya.

Lanjutnya, terkait pedestrian trotoar, sebenarnya kami sudah melakukan kegiatan lalu adanya dana yang ditarik oleh Pemerintah Provinsi.

Sementara untuk pembangunan pedestrian trotoar di wilayah Dago, juga gagal lelang. Jadi tampaknya memang ada hal-hal teknis yang pada akhirnya membuat pembangunan di tahun 2020 ini, tidak terealisasi sesuai target pembangunan.

Lebih lanjut, Fahmi menjelaskan, terkait SPK bodong, tidak mungkin pemerintah daerah pake SPK bodong.

"Kalau menurut temen-temen mahasiswa adanya SPK bodong, boleh dibuktikan, ada Bu Kapolres. Serahkan buktinya ke Bu Kapolres," ujarnya.

Fahmi menambahkan, untuk masalah pembangunan pasar pelita adalah adendum yang ke-3, pihak pengembang atau investor diberikan kesempatan sampai 6 desember 2020.

"Ketika pada tanggal 6 desember 2020 tetap belum terlaksana, maka dengan berat hati kita akan putus kontrak dan akan dilakukan langkah berikutnya," tandasnya. (drw)

Komentar

Jabar Lainnya