SUKABUMI, JPNews - Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Sukabumi menggelar aksi demo di depan Balai Kota Sukabumi.

Aksi puluhan mahasiswa tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan Sat Pol PP di depan kantor Balai Kota Sukabumi, Senin (21/09) sekitar pukul 10:00 WIB.

Dalam aksinya mereka menegaskan kepada kepada Pemkot Sukabumi untuk menyelesaikan persoalan pembangunan pasar pelita.

Mereka juga meminta Wali Kota Sukabumi agar cepat mengambil langkah yang kongkrit untuk mengatasi persoalan pembangunan pasar pelita.

Dalam orasinya PC-PMII menagih janji politik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi - Andri Setiawan Hamami selama menjabat dua tahun ini. Yang disoroti diantaranya soal pembangunan Pasar Pelita Kota Sukabumi, banyak SPK bodong, persoalan ekonomi, dan alih fungsi trotoar menajadi Pedagang Kaki Lima (PKL).

"PC - PMII Kota Sukabumi mempertanyakan dengan tegas apa saja pencapaian selama dua tahun menjabat. Jangan sampai selama dua tahun menjabat ini menampikan wajah kurang enak dilihat, kurang menyenangkan bagi rakyat, membuat polemik di masyarakat dengan janji-janji manis yang dituangkan dalam visi-misinya yang Renyah (Religius, Nyaman, dan Sejahtera," kata Ketua PC PMII Kota Sukabumi, Isep Ucu Agustina dalam orasinya.

Ia menegaskan, jangan sampai pemerintah Kota Sukabumi sudah tidak lagi berpihak kepada rakyat seolah-olah ingin menjauhi dari yang diwakilinya. Berapa poin menjadi pertanyaan besar untuk pencapaian dua tahun ini.

"Religius, Nyaman, dan Sejahtera (Renyah), Kesehatan, SPK Bodong, Ekonomi, dan Trotoar jadi alih fungsi PKL. Tagline renyah ini bohong, kesehatan 24 jam bohong, karena dicek di lapangan hanya sampai jam 18.00 WIB, kesejahteraan masih minim, kemudian banyak pedagang menggunakan trotoar dan tidak sangy merelokasi, karena pasar pelita belum tuntas. Belum juga tuntas sudah roboh. Bahkan pasar kini menjadi candi," tandasnya. (drw)

Komentar

Jabar Lainnya