KABUPATEN BEKASI, JPNews - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang persiapan Kabupaten Bekasi mengencam aksi tindakan Intoleran yang menimpa jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang Sedang melakukan Ibadah di Perumahan Kota Serang Baru (KSB), Kecamatan Serang , Kabupaten Bekasi.

Hal tersebut di ketahui setelah beredarnya video masyarakat yang sedang melakukan kewajiban untuk beribadah yang mendapat kepungan dari oknum sekitar yang belum lama ini.

Di dalam Video Persekusi itu terjadi ketika pendeta serta beberapa jemaat HKBP KSB sedang melakukan ibadah secara daring atau live streaming di salah satu rumah di Perumahan KSB.

Menanggapi hal tersebut Ketua Komisariat  GMNI Fakultas Teknik Univ. Pelita Bangsa Rudi Widodo menyesalkan perbuatan oknum yang mengganggu masyarakat sedang beribadah demi menunaikan kewajibannya.

"Kita sangat menyayangkan dengan adanya aksi intoleran yang terjadi di Kabupaten Bekasi, mengingat bahwa setiap masyarakat berhak memeluk dan melakukan ibadah sesuai kewajiban agamanya masing-masing," ucapnya.

Padahal Menurut Rudi, di dalam undang-undang sudah di tetapkan

Bahwa Kebebasan untuk beribadah ini dimuat dalam UUD 1945 Pasal 28 E ayat 1 dan 2 : (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.

"Point 2 setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraniny jadi, kebebasan menganut kepercayaan dan beribadah merupakan hak mutlak setiap pribadi," cetusnya.

Sementara itu, Rico Ketua dari Komisariat GMNI Fakultas Febis Univ Pelita Bangsa juga menyayangkan dengan tindakan oknum kepada kaum minoritas,  yang tidak bisa menghargai perbedaan dalam berbangsa dan bernegara.

Tambahnya, mengingatkan bahwa adanya perbedaan bukan untuk di musuhi tetapi melainkan keniscayaan untuk Indonesia, karena di dalam suatu bangsa yang besar terdapat nilai-nilai Kesatuan seperti para pendahulu bangsa dalam membangun Republik Indonesia.

"Ya tentunya kita mengingat, para founding father kita dalam membangun bangsa di dasari dari perbedaan sehingga seperti saat ini, bahwa bangsa Indonesia  bermacam-macam Agama,Ras, Suku dan budaya, tentunya ini harus sama-sama saling mengormati dan GMNI selaku organisasi  yang berhaluan Nasionalis tentunya tidak tinggal diam, karena, jika ini tetap di biarkan di khawatirkan menjadi konflik Horizontal, maka dari itu kami meminta kepada Pihak keamanan dan Pemerintah Kabupaten Bekasi harus cepat mengambil sikap soal terjadinya intoleranisme yang sering juga terjadi Kabupaten Bekasi," tandasnya. (Gie)

Komentar

Jabar Lainnya