BALI, JPNews - Badan Intelijen Negara (BIN) mendorong Bali mewujudkan pariwisata yang aman berdasarkan protokol kesehatan. Mengingat, pariwisata domestik mulai dibuka.

"Kami ingin memastikan konsep pariwisata di Bali telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Tentu saja sesuai Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020, tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019," Deputi Komunikasi dan Informasi BIN Wawan Hari Purwanto usai menggelar kegiatan bersama Forum Komunikasi antar Media Bali Bangkit di Hotel Grand Inna Bali Beach, Kamis (10/09).

Apalagi BIN hadir untuk mendukung kembalinya pertumbuhan pariwisata di tanah air. Khususnya Bali yang aman berdasarkan protokol kesehatan.

"Kehadiran BIN merupakan representasi hadirnya negara dalam mewujudkan pariwisata aman berdasarkan protokol kesehatan di tengah pandemi ini," ucapnya.

Keterlibatan BIN dalam mewujudkan pariwisata aman ini, didasari juga UU Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara. Dalam undang-undang tersebut, BIN merupakan lini terdepan keamanan nasional.

"Dalam hal ini, BIN berkepentingan untuk ikut menjaga dan mengamankan berbagai kebijakan nasional. Termasuk pembukaan pariwisata yang aman dari penularan covid 19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara konsisten demi pemulihan perekonomian," ungkapnya

Selain itu, pembukaan pariwisata Bali bagi wisatawan domestik merupakan bentuk sinergitas kebijakan Pemerintah.  Baik pusat maupun daerah.

"Perlu menjadi catatan bahwa hingga saat ini masih berlaku peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk ke Wilayah Negara Republik Indonesia. Termasuk kebijakan negara di dunia yang belum semua memperbolehkan warganya berwisata ke luar negeri. Hal itu seiiring belum meredanya angka penularan covid 19," terangnya.

Dalam menggeliatkan kembali wisatawan ke Bali, pemerintah setempat harus bisa mengendalikan laju penularan covid 19. Hal itu seperti tidak adanya kluster baru covid 19. Terutama di titik titik destinasi.

"Termasuk angka kesembuhan pun harus semakin baik," bebernya

Apalagi, pandemi covid 19 yang melanda Indonesia sejak Maret lalu tidak saja berdampak buruk pada sektor kesehatan masyarakat. Namun menghancurkan sektor pariwisata dalam negeri. Bahkan di Bali sebanyak 73.631 pekerja dirumahkan per Agustus 2020 lalu. Sementara itu, 2.667 orang terkena PHK.

"Bali kehilangan Rp 9,7 triliun setiap bulannya. Tekanan berat bagi pariwisata Bali juga tercermin dari kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali pada Juni 2020. BPS Bali mencatat 32 kunjungan wisatawan selama Juni 2020. Kunjungan itu turun 99,99 persen dibandingkan dengan kedatangan pada Juni 2019 lalu. Di mana pada Juni 2019,  sebanyak 549.516 kunjungan wisatawan ke Bali," paparnya.

Dalam kegiatan bertajuk Mengawal Bangkitnya Pariwisata Bali Aman Berdasarkan Protokol Kesehatan Demi Pemulihan Perekonomian Bali, Wawan menyebutkan Bali merupakan ikon pariwisata Indonesia dan internasional.

"Sehingga upaya pemulihan pariwisata tidak boleh mengalami kegagalan karena akan berimplikasi besar bagi reputasi Bali maupun Indonesia," jelasnya.

BIN mengajak semua pihak untuk optimis dan bersinergi menghadapi pandemi covid 19. Situasi krisis akibat Pandemi covid 19 bukanlah akhir dari segalanya. Maka dari itu, terobosan di sektor parowisata ini membutuhkan dukungan semua pihak.

"Dengan kembalinya denyut nadi pariwisata domestik yang aman berdasarkan protokol Kesehatan, diharapkan mampu menepis anggapan bahwa Bali bukanlah surga yang hilang," pungkasnya. (Rls)

Komentar

Nusantara Lainnya