TOP 0 News Indepth



JPNews - Akibat perbuatan yang merugikan dirinya sendiri sejumlah warga di Provinsi Jawa Barat (Jabar) meninggal dunia dan kritis karena mengkonsumsi minuman keras oplosan (milo). Terhitung di bulan April 2018, hingga saat ini tercatat dari berbagai sumber yang didapat JP-News.id, sebanyak 78 orang tewas akibat meneguk milo.

Diantaranya, delapan remaja tewas di Kota Bekasi, tujuh jiwa di Sukabumi tak berhasil diselamatkan dan 45 orang meninggal dunia di Kabupaten Bandung.
Selain di Jawa Barat, kota-kota besar lainnya pun memakan korban akibat milo.

Seperti di Depok enam orang tewas setelah meminum milo dan Jakarta sebanyak 18 korban hanyut dilahap milo hingga meninggal dunia.

“Kejadian pertama secara beruntut total korban tujuh orang. Namun setelah itu ada satu korban menyusul tewas akibat milo di Bekasi. Jadi totalnya delapan orang tewas,” tutur Kepala Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing.

Sementara itu keterangan dari Petugas Medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu Sukabumi, Nadar. Ia mengatakan, pihaknya menangani 10 korban milo dan 5 diantaranya tidak tertolong nyawanya.

Sedangkan sisanya masih dalam perawatan intensif sekitar tiga sampai empat orang di RSUD Palabuhanratu.
Menurut cerita Nadar, para korban keracunan milo itu datang sendiri dengan keluhan yang hampir sama satu sama lain dengan korban lainnya. Ketika ditanya olehnya, mereka mengaku karena milo.

“Hingga saat ini bertambah jadi lima orang yang asalnya hanya empat orang. Nyawa korban tidak tertolong setelah sempat mendapat penanganan medis,” ujarnya.

Selain wilayah Jabar, ditemukan juga pasien dan korban tewas akibat milo pada bulan ini. Kapolres Jakarta Selatan (Jaksel), Kombes Indra Jafar di kantornya mengungkapkan, tercatat delapan warganya dan enam warga Depok tewas.

Pasalnya, Bekasi diduga menjadi distributor milo dari barang yang didapat oleh tersangka di Jaksel yang kini ditahan oleh Polres Jaksel.

Kata Indra, pihaknya kini lebih memfokuskan dahulu kepada evakuasi jumlah korban akibat milo ini.
Namun tak menutup kemungkinan, pihaknya akan berkordinasi dengan sektor kepolisian setempat untuk memburu distributor di Bekasi.

“Nanti kita kaitkan. Termasuk dia (tersangka RS) membeli itu di suatu tempat di wilayah Bekasi. Distributornya nanti kita akan kembangkan lagi," jelas Kapolres Jaksel.

Akibatnya perbuatan tersangka milo, pelaku dikenakan Pasal 137 Sub pasal 142 Undang-undangn Republik Indonesia (UU RI) Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dan UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Bahkan sejumlah penjahat milo tersebut dinyatakan melanggar Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) RI No 20/M-Dang/Per/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol. (vic/JPN)

Komentar

News Indepth Lainnya