TOP 0 Edukasi

Foto: Ilustrasi. Istimewa

JPNews - Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu masalah kesehatan yang bisa menular pada orang lain. Salah satu cara penulatan ini bisa terjadi melalui dahak pasien.

Dilansir dari laman Merdeka, Budi Hermawan, Ketua Perhimpunan Organisasi Pasien Tuberkulosis (POP TB) Indonesia menerangkan tata cara yang baik dalam membuang dahak. Menurutnya, dahak pasien TBC tidak boleh dibuang sembarangan karena berpotensi menularkan penyakit.

“Jangan buang dahak sembarangan,” kata Budi dalam webminar Kementerian Kesehatan, beberapa waktu lalu.

Cara yang baik dalam membuang dahak adalah mengumpulkan dahak terlebih dahulu dalam satu wadah tertutup. Setelah dahak terkumpul, masukkan cairan karbol ke dalam wadah berisi dahak tersebut.

“Jadi biarkan kumannya mati dulu setelah itu baru dibuang,” terangnya.

Penggunaan karbol ini terbukti ampuh membunuh kuman, sesuai dengan arahan dari dokter-dokter yang menangani Budi.

Mengumpulkan dahak dalam satu wadah juga berguna untuk mengurangi perpindahan pasien ke kamar mandi atau membuang dahak sembarangan seperti di halaman rumah.

“Kalau pasien salah membuangnya bisa berbahaya, misalnya ke halaman rumah, itu bisa terkena sinar matahari, jadi debu, dan itu bisa jadi sumber penularan juga,” terangnya.

Cegah Penularan di Rumah

Budi menambahkan, untuk mencegah terjadinya penularan di dalam rumah hal pertama yang perlu dilakukan adalah berobat sampai sembuh.

“Kalau sudah sembuh berarti tidak akan menularkan lagi,” jelas Budi.

Selain itu, hal penting yang tak boleh dilupakan adalah penggunaan masker dan selalu menggunakan etika batuk di manapun berada.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah memastikan kamar dimasuki sinar matahari guna mengurangi risiko penularan di rumah.

“Untuk pasien TB itu jendela harus dibuka setiap hari dengan bukaan 100 persen agar masuk sinar matahari langsung,” terangnya.

Budi juga menerangkan bahwa kuman TB bisa mati dengan sinar matahari. Oleh karena itu, pasien bisa menjemur alat tidur seperti bantal, kasur, selimut, maupun guling.

 

Sumber: Merdekacom

Komentar

Edukasi Lainnya