TOP 0 Netizen



MALANG, JPNews - Malang, Jawa Timur merupakan kota dengan berbagai julukan yang melekat. Malang Kota Bunga, Malang Kota Pendidikan, Malang Kota Dingin, dan masih banyak julukan yang disematkan pada kota dengan berbagai macam keistimewaan yang tidak bisa didapatkan pada kota lainnya. 

Beberapa tahun terakhir kota yang selalu menjadi tujuan petinggi negara dan para artis untuk beristirahat ini mendapat julukan baru yaitu Malang Kota Kedai Kopi. 

Pandemi kedai kopi mulai menyerang masyarakat Indonesia sekitar tahun 2015 dimana setelah munculnya film Filosofi Kopi. Seperti pandemi pada umumnya di berbagai kota lainnya, bisnis kedai kopi ini semakin lama semakin menjamur dan kota Malang juga terkena pamdemi kedai kopi ini. Banyak kedai baru bermunculan walaupun ada juga kedai kopi yang terpaksa gulung tikar karena alasan tertentu.

Malang yang menjadi tempat favorit para pelajar khususnya mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikannya sangat tepat jika menjadi sasaran dan target para pembisnis kopi untuk mengembangkan usahanya. 

Selain itu Malang merupakan tempat yang cocok jika didampingkan dengan santai nya kedai kopi, karena banyak orang yang datang ke Malang untuk bersantai dan beristirahat.

Pandemi kedai kopi yang sedang bertumbuh ini sedang mengalami krisis di 2020 ini sama seperti bisnis - bisnis yang lainnya dikarenakan pandemi covid 19 yang memporak-porandakan perekonomian diseluruh dunia. 

Kedai kopi yang mulai tumbuh pun banyak yang harus menggulung tikar usahanya dikarenakan banyaknya larangan berkumpul bagi masyarakat. 

Sedangkan kita ketahui jika kedai kopi adalah tempat yang tumbuh karena ada orang - orang yang berkumpul tersebut.

Tapi banyak juga yang masih bisa bertahan dengan memanfaatkan penjualan online dari produk - produk yang dimiliki dari kedai kopi tersebut. Tak hanya kopi yang siap minum saja tapi kini kedai kopi mulai berinovasi dengan menjual produk kopi racikan yang bisa diseduh di rumah dan bisa juga dikirimkan ke luar kota bahkan ke luar negeri. 

Cara ini mungkin cukup efektif untuk memulihkan kembali usaha yang sempat krisis.

Masa new normal sekarang ini sudah banyak kedai kopi yang buka kembali dengan berbagai peraturan protokol sesuai anjuran pemerintah. Tapi apakah akan tetap sama seperti sebelum pandemi Covid 19? Pertanyaan itu kami ajukan kepada salah satu pemilik kedai kopi bernama Yodi, yang dengan berbagai inovasi telah dilakukannya. 

“Jelas beda, di masa pandemi ini semua serba tidak sama. Jika dulu ibaratnya kita hanya duduk menunggu konsumen datang, sekarang kita harus bekerja 10 kali lipat untuk menemukan inovasi baru. Salah satunya menawarkan produk kita secara online dan supaya dapat dinikmati diseluruh penjuru Indonesia, ya kalo bisa sampai ke luar negeri,” jelas Yodi pemilik salah satu kedai kopi di Barat kota Malang.

Semoga pandemi ini segera berakhir agar semua dapat menikmati nikmatnya pandemi kedai kopi di kota Malang.


Tara Febri Arianto

Mahasiswa Muhammadiyah Malang

Komentar

Netizen Lainnya