TOP 0 News Indepth

ilustrasi

JPNews – Pascadianulirnya pemenang lelang gedung 16 lantai untuk Pusat Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Bekasi berbuntut panjang.

Maklum saja, PT Tirta Dhea Addonnics Pratama (TDAP) selaku pemenang lelang megaproyek tersebut tak terima pembatalan sepihak oleh Pemkab Bekasi.

Tak tanggung-tanggung, Pengacara PT TDAP, Aris Afandi Lubis telah memutuskan untuk menggugat pemda Bekasi senilai Rp200 miliar.

Di mana, gugatan pertama ditujukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan gedung perkantoran pusat Pemkab Bekasi Tahap I APBD TA 2018 setinggi 16 lantai, Benny Sugiarto, yang juga Kepala Bidang (Kabid) Bangunan Gedung Negara Dinas PUPR Kabupaten Bekasi seniai Rp100 Miliar.

Termasuk, kabupaten yang dipimpin Neneng Hasanah Yasin sebesar Rp100 miliar.

“Jadi masing-masing kami akan gugat Rp100 miliar. Gugatan ke Pemkab secara perdata dan PPK pada kegiatan gedung 16 lantai juga akan kita gugat secara pribadi,” ungkap dia, Kamis (5/4).

Langkah itu diambil bukan tanpa pertimbangan, Aris mengaku telah menemui PPK, Benny dan perwakilan ULP namun sayangnya tak ada penjelasan yang memuasakn. Bahkan SPJ proyek pun tak diberikan.

“Kalau kata PPK sih paket pembangunan ini tidak mungkin ditayangkan LPSE kalau dokumen itu tidak lengkap. Ditambah waktu pengerjaan tidak cukup alias sudah lewat,” ujar dia.

 

Apalagi, sambung dia, pihaknya telah menyurati pihak LPSE untuk memberhentikan hal ini.

“Kan sudah jelas ULP telah memenangkan kita. Artinya, ULP sesuai dengan aturan hukum, tidak ada disitu yang dilanggar. Dia (Benny,red) juga janji bakal mempertemukan kami dengan Bupati,” tukas dia. (gun/JPN)

Komentar

News Indepth Lainnya