Istimewa

ACEH, JPNews - Penarikan kendaraan secara paksa kembali terjadi terhadap salah seorang warga Desa Gampong Aceh, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Timur, Provinsi Aceh. Kali ini seorang korban bernama Adi Putra (28) yang mengalami penarikan mobil Fortuner oleh pihak debt colector. 

Menurut keterangan korban, Adi Putra (28) penarikan tersebut terjadi pada Senin (15/6) kemarin, ketika dirinya sedang berbelanja di kawasan jalan Gagak Hitam Sunggal. Korban yang mengendarai mobil Fortuner VRZ dengan plat BL 1598 JR D, warna hitam, tiba-tiba didatangi oleh tujuh orang yang tidak dikenal dan diduga adalah pihak Debt Collector Dari PT ADIRA FINANCE mengajak korban berbicara.

"Sangat cepat kejadiannya, waktu saya menoleh ke kiri dan melihat kembali ke arah kunci kontak mobil ternyata sudah tidak lagi di tempatnya," kata Adi, Selasa (16/6).

"Salah satu diantara mereka langsung menyerahkan surat berlogo PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE.Tbk, salah satu dari surat itu ada berita acara serah terima kendaraan mobil. Waktu itu mereka dengan cepat langsung pergi dengan menggunakan mobil Avanza hitam," tambah dia. 

Setelah kejadian korban bersama beberapa awak media nenemui pihak Adira Finance Langsa guna mempertanyakan keberadaan unit tersebut. Dalam pertemuan singkat itu, pihak Adira Langsa yang diwakili oleh supervisor dari pihak Adira Finance, mereka sendiri membenarkan bahwa merekab telah melakukan penarikan mobil atas nama Aria melalui tenaga eksternal (Debt Collector).

"Jadi waktu saya ketemu dengan supervisor saya tanyakan tentang surat penarikan melalui pengadilan, tapi pihak Adira tidak bisa memberikan jawaban, dan juga unit itu sudah tidak ada di kantor Adira," jelasnya

Atas kejadian itu, Korban mengaku menderita kerugian sebesar 157 jutaa rupiah. Atas kejadian itu juga, ia memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA). (Wil/JPN)

Komentar

Nusantara Lainnya