TOP 0 Daerah

Rapat Anggota DPRD Lambar dengan Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Lambar digelar tertutup, Senin (8/6) pukul 14.30 WIB. Foto: Wahyu Indriyani

LIWA, JPNews - Dua fraksi di DPRD Lampung Barat (Lambar) memastikan rapat DPRD dengan eksekutif membahas terkait recofusing anggaran Covid-19, Senin (8/6) sore.

Dua ketua fraksi di lembaga wakil rakyat itu, Fraksi (F) Golongan Karya (Golkar) dan F-PKS Bersatu.

Keduanya tak menampik jika rapat membahas anggaran dan kegunaan dana penangan corona di Lambar.

Ketua F Golkar, Ismun Zani mengatakan, hearing digelar karena DPRD meminta kepada pemerintah daerah untuk melaporkan terkait anggaran dan kegunaannya dalam penanganan Covid-19.

"Kita (DPRD) awalnya meminta kepada pemerintah daerah untuk melaporkan terkait pandemi wabah Nasional dan Internasional Covid-19 ini. Apa yang sudah dilakukan pemerintah? Berapa berkurangnya penerimaan Lampung Barat? Total anggaran yang sudah diubah kegunaannya? Digunakan untuk apa saja,” ungkapnya.


Lebih lanjut jelas Ismun mengatakan sejatinya informasi dana Covid harus dilakukan secara transparan, informasi ini untuk rakyat, karena DPRD itu adalah wakil rakyat.

Hal senada juga dikatakan Ketua Fraksi PKS Bersatu, Nopiyadi saat wawancara cegat oleh sejumlah wartawan.

Ia nemastikan rapat itu membahas dana penanganan corona di Lambar.

"Ia, membahas terkait dana penanganan covid-19," tegasnya menjawab pertanyaan wartawan.

Nopiyadi mengatakan, jika dirinya juga tidak mengetahui jika hearing terkait pendanaan penanganan Covid-19 ini dilakukan secara tertutup.

Terkait rapat yang digelar tertutup, Nopiyadi justru mengaku terkejut.

“Artinya siapa yang mempunyai kebijakan atau menginstruksikan itu menjadi tertutup, saya tidak tahu. Kalo kita melihat dari undangan kepada pemkab itu sebenarnya tidak ada yang ditutupi, karena ini menyangkut terkait permintaan dari DPRD kepada pihak eksekutif untuk menyampaikan keterbukaan terkait dana Covid-19 ini,” tukas Nopiyadi.

Pernyataan keduanya mementahkan informasi yang disampaikan Kabag Risalah Sekretariat DPRD Lambar, Rudi.


Rudi, sebelumnya meminta sejumlah awak media yang memasuki ruang sidang utama agar meninggalkan ruang rapat karena rapat tersebut bersifat internal dan tidak dibuka untuk umum.

“Saya meminta maaf kepada kawan-kawan media untuk keluar dari ruang sidang/rapat, dikarenakan akan dilakukan secara tertutup dan tidak dibuka untuk umum,” ujar Rudi kepada awak media seraya meminta untuk keluar ruangan.

Bahkan, Rudi sempat melintarkan jika rapat tersebut bukan membahas terkait dana penanganan corona.

"Bukan (membahas dana covid19). Nanri kalau membahas itu hasilnya akan disampaiakan kepada kawan-kawan," ujarnya.

Rapat sendiri dipimpin Ketua DPRD Edi Novial itu juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Akmal Abdul Nasir, Kepala Bappeda Lambar Okmal, Kepala BPKAD Lambar Daman Nasir.

Hingga  pukul 17.15 WIB hearing masih berjalan dan tertutup.


(dri/esa/JPN)

Komentar

Daerah Lainnya