RAWAJITUUTARA JPNews -  Musibah banjir rob yang terjadi ditiga desa, di Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji menyebabkan setidaknya 200 rumah terendam air dengan ketinggian hingga satu meter. 

Akibatnya, tiga desa tersebut, masing-masing Desa Sidang Muara Jaya, Sidang Makmur, dan juga Desa Sidang Sido Rahayu menjadi lumpuh. 

"Lebih dari 200 rumah terendam banjir semalaman, tetapi saat ini sudah mulai surut, namun warga belum bisa melakukan aktivitas lantaran banyaknya akses jalan yang terputus sehingga aktivitas masyarakat saat ini lumpuh total, bahkan jalan rigid beton kami aja hancur," ucap Benuang Ali Topa  dan selaku Kepala Desa Sidang Muara Jaya, Jum'at (5/6). 

Benuang mengatakan, banjir tersebut terjadi akibat banyaknya aliran kanal yang tidak lancar hingga menyebabkan genangan air yang memerlukan waktu lama untuk dapat surut. Selain itu, tidak adanya normalisasi dalam kurun waktu 10 tahun belakangan juga ikut memperparah keadaan. 

"Hampir 15 tahun daerah saya ini gak pernah ada normalisasi saluran saluran baik itu primer maupun skunder, kalau saluran air itu gak buntu mungkin ya sekali lewat saja air udah kering," paparnya.

Disinggung terkait perhatian pemda setempat atas musibah tersebut, Benuang mengatakan bahwa pihaknya telah membuat laporan terhadap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mesuji.

"Kami sudah melapor kepada pihak BPBD, dan secepatnya saya juga akan ngadep pak Bupati mohon untuk solusi wilayah kami ini," tandasnya.

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Mesuji Syahril, mengatakan bahwa dirinya telah menurunkan tim untuk melakukan evakuasi dan juga pendataan terhadap kemungkinan kerusakan yang disebabkan oleh banjir tersebut. 

"Tim kita sudah disana itu memang banjir rob namun ada juga yang disebabkan oleh jebolnya tanggul penangkis," kata Syahril. 

Terkait langkah langkah yang akan diambil, Syahril menjelaskan bahwa ia masih menunggu laporan dari kepala desa yang desanya terdampak oleh air rob tersebut. 

"Sebenarnya jaman pak Khamamik dulu masyarakat disana mau dipindahkan ke daerah aman dengan pembiayaan dari pemerintah, namun hingga kini belum terealisasi, tentang tanggul yang jebol kami sudah bersurat ke PU," pungkasnya.(fan/JPN)

Komentar

Lampung Lainnya